Notification

×

Iklan

Iklan

Farhan Tegaskan Penataan Teuku Umar Harus Berdasarkan Kesepakatan Warga

Senin, 02 November 2026 | 20:41 WIB Last Updated 2026-11-02T13:41:25Z
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

Bandung,Internationalmedia.id.- Penataan kawasan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong, Bandung dipastikan mengedepankan kesepakatan bersama antara pemerintah, warga, dan komunitas skateboard. 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, dialog dan kompromi menjadi kunci untuk menentukan pemanfaatan kawasan agar dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.

Penegasan itu disampaikan Farhan saat meninjau kawasan Jalan Teuku Umar pada Minggu (1/11/2026) dini hari. Ia meminta warga, khususnya RW 18 dan RW 10 Kelurahan Lebakgede, bersama komunitas skateboard, duduk bersama untuk membahas rencana penataan dan menentukan pemanfaatan kawasan sesuai kebutuhan bersama.

Farhan menjelaskan, gagasan pembangunan fasilitas skateboard di kawasan tersebut berawal dari aspirasi komunitas skateboard sejak 2016. Saat itu, komunitas menginginkan adanya fasilitas bermain skateboard yang lebih representatif di Kota Bandung, tidak hanya mengandalkan area di bawah Jembatan Pasupati.

Setelah menjabat sebagai Wali Kota Bandung, aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui rencana pembangunan fasilitas skateboard yang lebih memadai. Namun, Farhan menyadari adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat mengenai pemanfaatan kawasan Jalan Teuku Umar.

"Teuku Umar itu harus berdasarkan kesepakatan warga. Saya mempersilakan semua warga Kelurahan Lebakgede, RW 18, RW 10, kemudian komunitas skate untuk berkompromi menentukan mau dibuat apa," ujar Farhan.

Selain fasilitas skateboard, Pemkot Bandung juga memperhatikan kebutuhan penanganan sampah organik di kawasan tersebut. Salah satunya penyediaan tempat penampungan dan pengolahan sampah ranting serta daun yang berasal dari RW 09 dan RW 10 Kelurahan Lebakgede.

Menurut Farhan, kebutuhan fasilitas pengolahan sampah tersebut juga perlu menjadi pertimbangan dalam proses penataan agar kawasan dapat dimanfaatkan secara optimal dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia sekaligus menepis isu penggusuran yang berkembang terkait rencana penataan tersebut. Farhan menegaskan, pemerintah tidak pernah memiliki niat maupun rencana untuk menggusur warga.

"Tidak pernah ada niat ataupun rencana dari pemerintah untuk menggusur. Jadi kalau sekarang ada narasi menggusur, itu tidak benar. Diskusi saja seperti biasa," tegasnya.

Farhan berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi dan kompromi sehingga penataan kawasan Jalan Teuku Umar dapat menghasilkan kesepakatan yang mengakomodasi kepentingan warga, komunitas skateboard, serta kebutuhan lingkungan sekitar.(ziz/lys)

×
Berita Terbaru Update