Notification

×

Iklan

Iklan

Kinerja Menguat, Telkom Catat Pendapatan Rp 113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026

Senin, 02 November 2026 | 21:07 WIB Last Updated 2026-11-02T14:07:51Z
Jajaran Direksi Telkom pada RUPSLB Telkom 2026, beberapa waktu lalu.

Jakarta.Internationalmedia.id.- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat kinerja keuangan positif hingga kuartal III 2026 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 113,5 triliun, tumbuh 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan ini ditopang kinerja bisnis konektivitas, infrastruktur digital, layanan teknologi informasi, serta segmen internasional yang terus menunjukkan perkembangan.

Selain pendapatan, EBITDA Telkom juga meningkat 2% YoY menjadi Rp55,5 triliun, dengan margin EBITDA 48,9%. Sementara itu, laba bersih tercatat Rp14,4 triliun dengan margin 12,7%. Jika dinormalisasi, laba bersih perseroan mencapai Rp16,5 triliun atau tumbuh 3,9% YoY, dengan margin 14,6%.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pendapatan Data, Internet & IT Services yang meningkat 8,3% YoY menjadi Rp71,5 triliun. Capaian ini mencerminkan kuatnya kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan konektivitas serta solusi digital.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan perseroan terus menjalankan transformasi melalui strategi TLKM 30 dengan fokus memperkuat bisnis inti dan meningkatkan fundamental perusahaan untuk jangka panjang.

Menurutnya, peningkatan konsumsi layanan data dan kebutuhan terhadap layanan digital yang semakin andal menjadi peluang bagi TelkomGroup untuk memperluas bisnis sekaligus mengoptimalkan kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki.

“Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal. Tren ini merupakan peluang bagi TelkomGroup untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki,” ujar Nanang dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Empat Segmen Bisnis Tunjukkan Pertumbuhan

Pertumbuhan Telkom ditopang oleh kinerja sejumlah segmen bisnis utama. Pada segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, perseroan membukukan pendapatan Rp81,6 triliun atau tumbuh 3,5% YoY.

Di sisi layanan seluler, Telkomsel mencatat pendapatan Rp 82,9 triliun, meningkat 1,8% YoY. Pertumbuhan terutama didorong bisnis digital yang naik 7,7% menjadi Rp 60,7 triliun.

Strategi pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta penguatan monetisasi layanan turut mendorong peningkatan rata-rata pendapatan per pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler Telkomsel sebesar 7,1% menjadi Rp 45.400. Sementara itu, data yield meningkat 6,5% YoY.

Untuk bisnis IndiHome, pendapatan tercatat Rp19,1 triliun. Meski masih menghadapi penyesuaian basis pelanggan, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan. Pada kuartal III 2026, jumlah pelanggan IndiHome meningkat 1,2% secara kuartalan menjadi 9,63 juta pelanggan, sedangkan ARPU naik 3,2% menjadi Rp 217.700.

Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp7,1 triliun. Pertumbuhan didukung layanan data center, konektivitas, serta penyewaan infrastruktur TelkomGroup.

Mitratel membukukan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan FTTT sebesar Rp 7,01 triliun atau tumbuh 1,8% YoY. EBITDA tercatat Rp 5,81 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp1,55 triliun. Margin EBITDA dan laba bersih masing-masing terjaga pada level 82,9% dan 22,2%.

Sementara itu, NeutraDC mencatat pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat, yakni 17% YoY menjadi Rp1,39 triliun hingga September 2026. EBITDA meningkat 35% YoY dengan margin mencapai 40,9%.

Pertumbuhan NeutraDC didukung kontribusi data center di Singapura dan Cikarang, seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan serta komputasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui layanan Neutra Compute.

Ke depan, NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas data center hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW). Untuk mendukung ekspansi tersebut, TelkomGroup juga menjajaki kemitraan strategis guna memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.

Pada segmen B2B ICT, pendapatan mencapai Rp11,2 triliun atau meningkat 3,1% YoY. Kontributor utama pertumbuhan berasal dari segmen usaha kecil dan menengah (UKM) yang naik 10,2% menjadi Rp3,3 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan pelanggan Indibiz sebesar 10,9% YoY menjadi 771,1 ribu pelanggan. Selain itu, bisnis konektivitas High-Speed Internet (HSI) Telkom Solution juga tumbuh 6,2%.

Kinerja positif juga terlihat pada segmen International yang mencatat pendapatan Rp 8,9 triliun atau tumbuh 5,8% YoY. Pertumbuhan terutama ditopang pendapatan jaringan yang melonjak 50,2% menjadi Rp1,37 triliun, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas internasional dari perusahaan teknologi global dan operator jaringan.

Telin juga terus memperluas infrastruktur konektivitas internasional melalui pengembangan kabel laut. Salah satunya proyek ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026, serta proyek INSICA yang ditargetkan siap beroperasi pada kuartal IV 2026.

Pengembangan tersebut sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pusat konektivitas kabel laut yang terintegrasi dengan fasilitas data center NeutraDC.

Nanang mengatakan, penguatan jaringan internasional dan pengembangan hub Batam merupakan bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital nasional agar Indonesia memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global.(rel/lys)

×
Berita Terbaru Update