Notification

×

Iklan

Iklan

Menteri Ekraf Apresiasi Desainer Muda Nabila Misha

Selasa, 03 November 2026 | 16:34 WIB Last Updated 2026-11-03T09:34:18Z
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya berpose bersama para desainer

Jakarta, Internationalmedia.id – Desainer muda Nabila Misha mendapat apresiasi dari Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, atas kreativitasnya mengangkat kekayaan budaya dan alam Nusantara ke dalam karya fesyen modern yang inovatif dan berdaya saing.

Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Ekraf saat menerima audiensi Nabila Misha bersama timnya di Jakarta, Senin (2/11/2026). Ia berharap potensi dan kreativitas Nabila dapat terus berkembang hingga mampu menjadi desainer profesional yang sukses serta memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dikerjakan Nabila. Kami harap suatu saat Nabila bisa menjadi desainer senior yang sukses dan karyanya semakin berdaya saing. Keberlanjutannya perlu kita jaga lewat kolaborasi, yang bisa dikoordinasikan teknisnya melalui Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Direktorat Fesyen Ekraf,” ujar Teuku Riefky.

Nabila merupakan pendiri Nabila Misha Fashion yang mengembangkan tiga segmen utama, yakni ready-to-wear untuk generasi Z, couture, dan modest fashion. Kiprahnya di industri fesyen telah ditunjukkan melalui sejumlah koleksi, di antaranya Seaside Allure (2025) dan The Quiet Opulence (2026).

Atas kreativitas dan kiprahnya tersebut, Nabila juga meraih penghargaan Desainer Muda Inspiratif dalam ajang Kartini Muda Award pada Mei 2026.

Kini, Nabila tengah mempersiapkan sebuah perhelatan fesyen bertajuk “17 Stitches of Nusantara”, yang dirancang sebagai ruang ekspresi perjalanan pencarian jati diri sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui karya busana.

Showcase yang direncanakan berlangsung pada Januari 2027 tersebut akan menampilkan 50 koleksi yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya 38 provinsi di Indonesia. Perhelatan ini juga menjadi bagian dari perayaan perjalanan Nabila memasuki usia ke-17 tahun.

Nabila menjelaskan, setiap koleksi akan mengangkat karakteristik dan keunikan daerah dari Sabang hingga Merauke, kemudian diterjemahkan ke dalam desain busana modern.

“Inspirasinya dari ciri khas tiap daerah dari Sabang sampai Merauke. Seperti di Padang ada Tari Piring, pecahan-pecahan piringnya itu diintegrasikan dalam salah satu koleksinya,” jelas Nabila.

Menariknya, 17 Stitches of Nusantara tidak hanya berfokus pada fesyen, tetapi juga dirancang sebagai kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif. Selain busana, acara ini akan melibatkan kriya, musik, dan seni pertunjukan melalui teater monolog serta penampilan musisi.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menilai konsep tersebut memiliki potensi besar karena melibatkan berbagai subsektor sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi para pelaku industri kreatif.

“Acara ini sangat holistik karena di dalamnya ada busana, kriya, dan musik. Lalu pengerjaannya juga melibatkan tim yang terdiri desainer, penjahit, serta pekerja kreatif lainnya,” ujar Yuke.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta dan jenama fesyen lokal, Kementerian Ekraf bersama Nabila juga menjajaki peluang kolaborasi melalui sejumlah program unggulan (flagship).

Dua program yang dibahas antara lain Creative by Indonesia, untuk mempromosikan jenama dan produk kreatif melalui berbagai ajang nasional maupun internasional, serta Creative Hub, yang mendukung peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring para pelaku ekonomi kreatif.

Dalam kesempatan tersebut, Nabila berharap Menteri Ekraf dapat hadir menyaksikan perhelatan 17 Stitches of Nusantara pada Januari 2027.

Dukungan terhadap desainer muda seperti Nabila diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi kreatif Indonesia untuk berkarya, mengangkat identitas budaya bangsa, serta membawa fesyen Nusantara semakin dikenal dan berdaya saing di tingkat global.(rbs)

×
Berita Terbaru Update