![]() | ||
| Prosesi Kick Off, Mendag Budi Santoso (5 kiri) dan Ketum APRINDO Solihin (5 Kanan) dan Walikota Bandung M Farhan (4 kiri ) |
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) resmi memulai rangkaian HRN 2026 melalui kegiatan National Kick-Off di Amanda Supermarket, Cihampelas Walk (Ciwalk), Bandung, Senin (2/11/2026), yang dibuka langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Mengusung tema “Ritel Indonesia Maju: Menguatkan Produk Bermutu, Menggerakkan Ekonomi Indonesia”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, industri ritel, dan pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran produk dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Pembukaan HRN 2026 turut dihadiri Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo J.E., Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, serta Ketua Umum DPP APRINDO Solihin. Rangkaian kegiatan HRN 2026 akan berlangsung hingga 11 November 2026.
Dalam sambutannya, Mendag Budi Santoso menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan industri ritel untuk mendorong produk UMKM naik kelas, memperluas jangkauan pemasaran, hingga menembus pasar ekspor.
Melalui program Lokal untuk Global, Kementerian Perdagangan mendorong produk UMKM yang telah berhasil memasuki jaringan ritel nasional agar memiliki kesempatan lebih luas menjangkau pasar internasional.
“Kami memiliki program Lokal untuk Global yang dikolaborasikan dengan sektor ritel. Produk-produk UMKM yang sudah berhasil masuk ke jaringan ritel nasional perlu kita dorong lebih jauh agar bisa menembus pasar ekspor. Kami juga terbuka untuk berkolaborasi dan siap melakukan MoU dengan APRINDO dalam mendorong ekspansi produk UMKM,” ujar Budi Santoso.
Penyelenggaraan HRN 2026 di Bandung menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya rangkaian utama Hari Ritel Nasional digelar di luar Jakarta dan Banten. Pemilihan Jawa Barat dinilai strategis mengingat wilayah ini memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, perdagangan, industri, dan UMKM.
Ketua Umum APRINDO, Solihin, mengatakan HRN bukan sekadar perayaan industri ritel, melainkan momentum memperkuat kontribusi sektor ritel terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, industri ritel memiliki peran penting dalam menghubungkan produsen, UMKM, petani, pemasok, hingga konsumen. Karena itu, pertumbuhan industri ritel diharapkan turut membuka peluang lebih luas bagi produk lokal untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih besar.
“Industri ritel memiliki peran strategis dalam menghubungkan produsen, UMKM, petani, pemasok, hingga konsumen. Karena itu, kemajuan ritel harus memberikan dampak nyata bagi seluruh ekosistem, termasuk membuka kesempatan lebih luas bagi produk-produk lokal untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih besar,” ujar Solihin.
Saat ini, APRINDO merepresentasikan lebih dari 200 perusahaan ritel dengan jaringan 34 Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan lebih dari 163 Dewan Pengurus Cabang (DPC) di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut menjadi kekuatan untuk memperluas distribusi dan pemasaran produk dalam negeri melalui gerai ritel modern.
Enam UMKM Terpilih Peroleh Akses Pasar
Ketua Panitia HRN 2026, FX Yudi Hartanto, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama kegiatan tahun ini adalah melanjutkan pembinaan UMKM yang telah dilakukan APRINDO pada HRN 2025.
Pada tahun sebelumnya, APRINDO telah menjangkau hampir 1.000 pelaku UMKM melalui pelatihan, kelas daring, webinar, dan pendampingan. Materi pembinaan meliputi peningkatan kualitas produk, kemasan, legalitas, pemasaran, kesiapan produksi, hingga persyaratan memasuki jaringan ritel modern.
Pada HRN 2026, pembinaan tersebut diarahkan pada langkah yang lebih konkret, yakni mempertemukan UMKM dengan konsumen, perusahaan ritel, dan calon mitra bisnis.
“Belajar adalah awal. Naik kelas adalah proses. Dan akses pasar adalah tujuan. Kami ingin pembinaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi peluang bisnis yang nyata. Karena itu, HRN 2026 menjadi jembatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya, membangun jejaring, dan memperoleh kesempatan masuk ke jaringan ritel modern,” jelas Yudi.
Dalam National Kick-Off, enam UMKM terpilih memperoleh kesempatan menampilkan produk dan memperkenalkan usahanya melalui jaringan perusahaan ritel anggota APRINDO.
Keenam UMKM tersebut yakni Bumbu Rujak Ambu dari Kota Bandung, Sakinah dari Cimahi, PETEKRES dari Bandung Barat, PT Well Maira Food dari Kabupaten Bandung, Kakarak Ciamay dari Kota Bandung, serta PUKA dari Kota Bandung yang bergerak di bidang aksesori dan kerajinan tangan dengan tagline From Disability to Artability.
Pada kesempatan yang sama, APRINDO juga menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan PUKA, disaksikan Menteri Perdagangan. PUKA merupakan UMKM pilihan Menteri Perdagangan yang diharapkan memperoleh peluang pengembangan usaha dan akses pasar melalui kolaborasi dengan APRINDO.
Festival Produk Lokal hingga National Summit
Setelah National Kick-Off, rangkaian HRN 2026 dilanjutkan dengan Festival Produk Lokal Bermutu pada 6–8 November 2026 di Union Square, Cihampelas Walk, Bandung.
Keenam UMKM yang tampil dalam kegiatan pembukaan juga akan berpartisipasi dalam festival tersebut bersama pelaku UMKM lainnya, termasuk alumni program pembinaan HRN 2025 yang telah melalui proses kurasi.
Festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi dan penjualan produk, tetapi juga wadah mempertemukan UMKM dengan konsumen, peritel, dan calon pembeli (buyer).
Sejumlah kegiatan edukasi turut disiapkan, di antaranya talkshow bertema “Produk Lokal Bermutu UMKM, Naik Kelas ke Ritel Modern” pada 6 November serta “UMKM dalam Strategi Transformasi Bisnis” pada 7 November 2026.
Rangkaian HRN 2026 akan mencapai puncaknya melalui National Summit Hari Ritel Nasional pada 11 November 2026. Forum ini akan mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah serta masa depan industri ritel Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT APRINDO ke-32.
Melalui HRN 2026, APRINDO mengajak seluruh perusahaan ritel anggotanya, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk semakin aktif membuka peluang kemitraan dan memberikan ruang lebih luas bagi produk UMKM serta produk dalam negeri di jaringan gerai masing-masing.
“Ritel yang maju bukanlah ritel yang bertumbuh sendirian. Ritel yang maju adalah ritel yang mampu membangun ekosistem dan tumbuh bersama. Kami berharap HRN 2026 menjadi momentum bagi pemerintah, dunia usaha, dan UMKM untuk bergerak bersama memperkuat produk Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Yudi.
Dalam kegiatan National Kick-Off tersebut, Mendag Budi Santoso juga berdialog secara daring dengan pelaku ritel dan UMKM dari empat wilayah, yakni Bangka Belitung, Papua, Manado, dan Medan.
Melalui dialog tersebut, Mendag mendengarkan langsung aspirasi serta pengalaman pelaku usaha dalam membangun kemitraan dengan ritel modern. Para pelaku UMKM mengapresiasi kesempatan memasarkan produk melalui jaringan ritel modern dan berharap proses kemitraan serta akses pasar semakin mudah sehingga lebih banyak produk lokal dapat berkembang.(rbs)
