Notification

×

Iklan

Iklan

INACA Gandeng Komunitas Diplomatik 35 Negara, Perkuat Jejaring Bisnis Penerbangan Indonesia

Minggu, 01 November 2026 | 17:55 WIB Last Updated 2026-11-01T10:55:50Z
Ketua Umum INACA sekaligus Presiden Direktur Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja,

Jakarta.Internationalmedia.id.-Industri penerbangan Indonesia terus membuka peluang kerja sama internasional. Salah satunya melalui pendekatan diplomasi informal yang mempertemukan komunitas diplomatik, regulator, dan pelaku industri penerbangan dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Golf: Friendship Beyond Fairway yang digelar Indonesia National Air Carriers Association (INACA) bersama Jakarta Ambassador Golfers Association (JAGA) di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Sabtu (31/10).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga sarana memperluas jejaring diplomatik sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis penerbangan lintas negara.

Sebanyak 35 negara mitra internasional masuk dalam daftar undangan, bersama Indonesia sebagai tuan rumah, sehingga total mencakup 36 negara. Negara-negara tersebut berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Asia, Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika.

Beberapa negara yang tercakup dalam daftar undangan antara lain Amerika Serikat, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Swiss, Spanyol, Norwegia, Brasil, Afrika Selatan, Turki, Pakistan, dan Selandia Baru.

Sejumlah tokoh diplomatik juga masuk dalam daftar undangan, di antaranya Duta Besar Santo Darmosumarto selaku Co-Chair JAGA serta Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Tornike Nozadze, bersama sejumlah tokoh diplomatik Indonesia.

Ketua Umum INACA sekaligus Presiden Direktur Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, mengatakan hubungan internasional yang kuat menjadi salah satu modal penting untuk membuka peluang kerja sama dan investasi di sektor penerbangan.

"Melalui pertemuan seperti ini, kita ingin membangun hubungan yang lebih erat, bertukar gagasan, dan membuka peluang kerja sama jangka panjang. Indonesia terbuka untuk kolaborasi dan investasi dalam pengembangan industri aviasi," ujar Denon.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar penerbangan yang besar. Kondisi geografis sebagai negara kepulauan serta posisi strategis di kawasan Asia Tenggara menjadikan konektivitas udara sebagai kebutuhan penting sekaligus peluang bisnis yang menjanjikan.

Melalui forum tersebut, INACA juga ingin memperkenalkan berbagai potensi industri penerbangan nasional kepada mitra internasional. Peluang itu mencakup transportasi penumpang, layanan charter, angkutan kargo, hingga dukungan konektivitas udara bagi sektor pariwisata dan industri.

Denon menambahkan, kemitraan internasional memiliki peran strategis dalam mendorong transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, serta peningkatan standar keselamatan dan efisiensi operasional penerbangan.

Karena itu, pendekatan networking yang lebih personal diharapkan mampu membangun kepercayaan dan menjadi langkah awal bagi terwujudnya dialog bisnis maupun kerja sama konkret di masa mendatang.

INACA memandang sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional. Kolaborasi tersebut diharapkan turut memperkuat daya saing industri penerbangan Indonesia dan mendukung pengembangan sektor aviasi menuju Indonesia Emas 2045.

"Seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional akan semakin relevan untuk mendukung pengembangan sektor aviasi Indonesia menuju 2045," tutup Denon.(rbs)

×
Berita Terbaru Update