Notification

×

Iklan

Iklan

Wali Kota Bandung Soroti Banjir dan Sampah di Cipadung Kulon

Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:06 WIB Last Updated 2026-10-28T08:06:50Z
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama pengurus RW dan jajaran perangkat daerah dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Selasa (27/10/2026).

Bandung.Internationalmedia.id.-Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong percepatan penanganan persoalan lingkungan dan infrastruktur di Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, mulai dari ancaman banjir, penumpukan sampah, hingga perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Berbagai persoalan tersebut dibahas langsung bersama pengurus RW dan jajaran perangkat daerah dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Selasa (27/10/2026). Farhan meminta setiap aspirasi warga ditindaklanjuti melalui survei lapangan dan koordinasi lintas perangkat daerah sesuai kewenangannya.

Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah penyempitan dan pendangkalan sungai yang berpotensi memicu banjir saat hujan deras.

Lurah Cipadung Kulon, Cecep Anwar Hidayat, menjelaskan bahwa penyempitan dan sedimentasi terjadi di anak Sungai Cinambo, RW 11, serta Sungai Ciwaru, RW 1. Kondisi tersebut menyebabkan pendangkalan aliran sungai dan meningkatkan risiko banjir.

Selain itu, warga mengeluhkan kondisi tempat penampungan sementara (TPS) Pangeritan di RW 7 yang dilaporkan menerima sampah dari luar Kecamatan Panyileukan. Dampaknya, antrean kendaraan pengangkut sampah, lalat, dan bau tidak sedap mengganggu lingkungan sekitar.

Pengangkutan sampah saat ini dilakukan dua kali dalam sepekan. Pemerintah kewilayahan akan mengoordinasikan penanganan lebih lanjut dengan mempertimbangkan kuota pengangkutan dan ketersediaan lahan untuk TPS baru.

Farhan Minta Survei dan Percepatan Penanganan
Dalam pertemuan tersebut, warga juga menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan dan gang, drainase, penerangan jalan umum (PJU), pemangkasan pohon berisiko tumbang, serta bantuan rutilahu. Kebutuhan sarana pengelolaan sampah, seperti komposter dan gerobak sampah, turut menjadi perhatian.

Menanggapi aspirasi tersebut, Farhan meminta perangkat daerah terkait segera memeriksa kondisi lapangan dan menentukan prioritas penanganan.

Untuk rutilahu, ia meminta tingkat kerusakan rumah ditinjau terlebih dahulu agar kebutuhan bantuan dapat dipastikan. Jika kondisinya mendesak, percepatan penanganan dapat diupayakan melalui dukungan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL).

“Kalau parah, enggak usah nunggu tahun depan. Kita cari TJSL atau saya akan dorong untuk realisasinya di tahun ini,” ujar Farhan.

Ia juga meminta pemeriksaan pohon-pohon yang berisiko di sepanjang Jalan Sukamaju dan Jalan Sindangsari. Pemangkasan dilakukan sesuai kebutuhan untuk menjaga keselamatan warga, sekaligus mempertahankan fungsi pohon sebagai bagian dari ruang terbuka hijau (RTH) perkotaan.

Sementara itu, penanganan persoalan sampah akan dikoordinasikan untuk mengkaji kemungkinan penambahan frekuensi pengangkutan. Farhan juga mendorong penguatan pengelolaan sampah dari tingkat RW melalui pemilahan, pengomposan, dan pengolahan sesuai kondisi lingkungan setempat.

Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Warga
Farhan mengapresiasi keterlibatan pengurus RW yang aktif menyampaikan persoalan dan mengembangkan berbagai inisiatif di lingkungan masing-masing. Menurutnya, penanganan masalah kewilayahan membutuhkan kerja sama pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, dan masyarakat.

Koordinasi dengan unsur kewilayahan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, juga diperlukan untuk mendukung upaya penanganan serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Melalui kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Pemerintah Kota Bandung berharap persoalan lingkungan dan infrastruktur dapat teridentifikasi lebih dini, sehingga langkah penanganan bisa dilakukan secara terarah sesuai tingkat kebutuhan dan kewenangan masing-masing perangkat daerah.(rob/lys).

×
Berita Terbaru Update