Notification

×

Iklan

Iklan

77 Tahun RRT, Kemitraan Indonesia-Tiongkok Makin Erat

Rabu, 23 September 2026 | 20:17 WIB Last Updated 2026-09-23T13:17:09Z
Menko Polkam Djamari Chaniago mendampingi Zhou Kan saat pemotongan kue

Jakarta, Internationalmedia.id.- Resepsi peringatan ke-77 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menjadi momentum untuk menegaskan semakin luasnya hubungan kerja sama Indonesia dan Tiongkok. 

Resepsi digelar di Hotel Raffles Jakarta, Selasa (22/9/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta kalangan pengusaha.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago turut hadir bersama Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon dan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo yang mewakili Menteri Pertahanan RI.

Hadir pula Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial Mayjen TNI Rionardo, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RRT untuk Indonesia, Zhou Kan, menyampaikan apresiasi atas hubungan persahabatan Indonesia dan Tiongkok yang terus berkembang. Menurutnya, kerja sama kedua negara kini mencakup berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, sosial budaya hingga pertahanan dan keamanan.

Zhou Kan menyebut Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia sekaligus salah satu sumber investasi asing terbesar. Hubungan ekonomi tersebut juga terus diperkuat dengan berbagai inisiatif baru, termasuk penerbitan Panda Bond di China dan bergabungnya Indonesia dengan organisasi kerja sama kecerdasan buatan WAICO.

Hubungan masyarakat kedua negara juga menunjukkan perkembangan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, lebih dari 1,11 juta wisatawan China tercatat berkunjung ke Indonesia. Sementara itu, penerbangan langsung antara kedua negara mencapai 264 penerbangan per minggu.

Kerja sama juga semakin diperluas di sektor maritim dan keamanan, meliputi perikanan, pertahanan, penegakan hukum, latihan bersama, pelatihan personel, hingga kunjungan kapal perang.

Menko Polkam Djamari Chaniago mengatakan hubungan Indonesia dan China saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada perdagangan dan investasi.

“Hubungan kita saat ini bertumpu pada lima pilar utama, yaitu politik, ekonomi, hubungan antarmasyarakat, maritim, dan keamanan,” kata Djamari.

Menurutnya, lima pilar tersebut menunjukkan semakin luasnya cakupan kemitraan kedua negara.

“Kelima pilar tersebut menunjukkan bahwa kemitraan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya berbicara mengenai perdagangan dan investasi,” lanjutnya.

Pemerintah Indonesia berharap berbagai kerja sama yang telah terbangun dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok di masa mendatang. (rbs)

×
Berita Terbaru Update