Notification

×

Iklan

Iklan

Gubsu Luncurkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di Lima Kabupaten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:57 WIB Last Updated 2026-10-16T02:57:42Z
Gubsu Bobby Nasution melepas bus perintis gratis untuk pelajar di Kabupaten Asahan,Foto:ist

Medan.Internationalmedia.id.-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meluncurkan 33 unit Bus Perintis gratis untuk melayani antar-jemput pelajar di lima kabupaten, yakni Asahan, Batubara, Nias Utara, Padang Lawas Utara, dan Samosir.

Peluncuran dilakukan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution,di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis(15/11).
 
Program ini diprioritaskan bagi pelajar yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan transportasi umum, termasuk kawasan pedesaan dan kepulauan. Program ini bertujuan mempermudah akses transportasi menuju sekolah sekaligus meningkatkan keselamatan pelajar dengan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus disertai dukungan fasilitas yang memadai, termasuk transportasi bagi anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah.

“Anak sekolah dengan jangkauan jauh ke sekolah harus dilayani melalui antar-jemput yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” ujar Bobby.

Bobby juga menekankan pentingnya keberlanjutan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara konsisten oleh para pelajar. Untuk mendukung pengawasan dan memastikan pelayanan berjalan dengan baik, Bus Perintis dilengkapi aplikasi digital dan kamera pengawas atau CCTV.

Selain mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk transportasi sekolah, program ini diharapkan dapat menekan penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.


Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama para pelajar dan bus gratis.(Foto: TM Naibaho)

Kabupaten Samosir

Dari total 33 unit bus yang disiapkan, Kabupaten Samosir mendapat alokasi enam unit yang akan melayani pelajar di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu. Layanan tersebut mulai beroperasi pada Jumat (16/10/2026), dengan seluruh biaya operasional ditanggung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Peluncuran dan penyerahan Bus Perintis dilakukan secara serentak di lima kabupaten oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Kamis (15/10/2026). Untuk Kabupaten Samosir, kegiatan dipusatkan di Kompleks HKBP Nainggolan, Kecamatan Nainggolan, dan ditandai dengan pemberangkatan bus oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom.

Program ini mencakup 12 kecamatan dan 49 sekolah, dengan total lintasan sekitar 2.128 kilometer serta subsidi angkutan bagi lebih dari 1.000 pelajar. Kehadiran Bus Perintis diharapkan menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, dan gratis bagi siswa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju sekolah.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara atas respons terhadap usulan masyarakat Kabupaten Samosir mengenai kebutuhan transportasi khusus pelajar.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengapresiasi bantuan Bapak Gubernur Bobby Afif Nasution melalui fasilitas Bus Perintis ini. Bus ini sangat membantu siswa, mempermudah akses ke sekolah, dan terutama menjaga keselamatan anak-anak kita dalam perjalanan menuju sekolah,” ujar Vandiko.

Menurut Vandiko, kebutuhan transportasi antar-jemput pelajar telah lama disampaikan masyarakat, khususnya di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu, saat dirinya melaksanakan kegiatan berkantor di desa atau Bunga Desa.

Jarak tempuh yang cukup jauh, kondisi rute perjalanan, serta risiko kecelakaan menjadi sejumlah pertimbangan penting perlunya fasilitas transportasi khusus bagi pelajar. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, usulan tersebut kemudian mendapat tindak lanjut berupa penyediaan enam unit Bus Perintis bagi Kabupaten Samosir.

“Usulan ini kita teruskan kepada Gubernur dan puji Tuhan mendapat respons. Kita patut berbangga karena apa yang menjadi usulan masyarakat akhirnya dapat kita rasakan bersama,” katanya.

Vandiko berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan jumlah armada maupun cakupan rutenya dapat diperluas pada tahun mendatang, sehingga semakin banyak pelajar di Kabupaten Samosir memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan gratis.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar turut mengawasi pelaksanaan program, terutama memastikan kondisi kendaraan tetap laik jalan, stamina pengemudi terjaga, serta pelayanan dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Saya titip agar kita sama-sama mengawasi, karena ini menyangkut nyawa dan keselamatan anak-anak kita,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Samosir, lanjut Vandiko, siap melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program serta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat dalam menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala SMA Negeri 1 Onan Runggu, Manatar Samosir, menyambut baik kehadiran Bus Perintis gratis tersebut. Ia mengatakan, program ini telah lama dinantikan pihak sekolah, orang tua, dan siswa yang membutuhkan kemudahan transportasi untuk menunjang kegiatan belajar.

“Sudah lama kami tunggu program ini. Orang tua dan siswa banyak yang bertanya kapan bisa berjalan, agar siswa bisa belajar dengan nyaman. Dan saat ini sudah hadir. Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Bupati Samosir,” ujarnya.

Sementara itu, UPTD PSP Wilayah II, Laksana Hasugian, menjelaskan bahwa Bus Perintis diperuntukkan bagi pelajar yang memiliki keterbatasan kendaraan pribadi dan berada di wilayah yang membutuhkan pelayanan transportasi.

Menurutnya, bus mulai beroperasi pada pukul 06.00 WIB dengan melayani rute di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu. Setiap sekolah yang dilayani memiliki lintasan sekitar 15 kilometer per hari, dengan layanan antar-jemput sebanyak dua kali.

Dengan beroperasinya enam Bus Perintis gratis tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap tidak ada lagi pelajar yang kesulitan mengakses sekolah akibat keterbatasan transportasi. Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mendukung pemerataan akses pendidikan serta memberikan rasa aman bagi siswa dan ketenangan bagi orang tua.(lys)

×
Berita Terbaru Update