Notification

×

Iklan

Iklan

Wali Kota Bandung Tinjau Tiga Titik Rawan Banjir di Cibiru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:31 WIB Last Updated 2026-10-16T13:31:47Z
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru, Jumat (16/10/2026),

Bandung.Internationalmedia.id.- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru, Jumat (16/10/2026), untuk mengurai persoalan drainase dan menyiapkan langkah penanganan. Fokusnya, mengoptimalkan sodetan dan menormalisasi saluran air yang tak berfungsi.

Tiga lokasi yang ditinjau berada di Kelurahan Palasari, Cipadung, dan Pasir Biru. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi warga yang disampaikan melalui kegiatan Siskamling Siaga Bencana pada 14–15 Oktober 2026.

Di Kelurahan Palasari, Farhan meninjau kawasan pangkalan ojek di Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II yang menjadi salah satu titik rawan banjir. Penanganan lokasi tersebut memerlukan kajian bersama bidang terkait, khususnya yang menangani daya rusak air, agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain mengatasi persoalan aliran air, Farhan meminta kawasan pangkalan ojek turut ditata dan diperbaiki agar lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, di Kelurahan Cipadung, perhatian difokuskan pada sodetan banjir di Jalan A.H. Nasution RW 02. Warga menyebut persoalan banjir di kawasan tersebut telah berlangsung sejak 2016 dan mengusulkan penanganan sodetan yang mengarah ke wilayah Panyileukan.

Dalam peninjauan, Farhan bersama jajaran terkait memeriksa kondisi saluran, elevasi lahan, serta posisi fondasi dan konstruksi bangunan di sekitar jalur aliran air. Pemeriksaan ini diperlukan untuk menentukan kemungkinan rekayasa saluran agar air dapat mengalir dengan baik tanpa memindahkan persoalan banjir ke wilayah lain.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan kajian untuk menentukan solusi teknis, termasuk kebutuhan konstruksi pendukung apabila diperlukan.

Adapun di Kelurahan Pasir Biru, Farhan menyoroti saluran drainase di RW 02 dan RW 03 yang tidak berfungsi optimal. Normalisasi menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk memulihkan fungsi saluran dan memperlancar aliran air.

Farhan menjelaskan, pekerjaan tersebut berpotensi membutuhkan penggalian di sejumlah titik, termasuk area yang berdekatan dengan bangunan warga. Karena itu, pelaksanaannya harus memperhitungkan kondisi lingkungan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

“Ini bakal banyak galian. Ini bakal kena bangunan juga. Ini bakal digali dulu sambil saya menyusun anggaran tahun depan untuk normalisasi,” ujar Farhan saat meninjau lokasi.

Ia menegaskan, penanganan akan dipersiapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis dan ketersediaan anggaran.

Pemkot Bandung menilai ketiga lokasi tersebut memiliki persoalan berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Melalui peninjauan langsung ini, kebutuhan teknis di lapangan diidentifikasi sebagai dasar penyusunan langkah penanganan dan penganggaran berikutnya.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan fungsi saluran drainase, memperlancar aliran air, serta mengurangi risiko genangan dan banjir di kawasan Cibiru.(rob/lys)

×
Berita Terbaru Update