Notification

×

Iklan

Iklan

Husein Sastranegara Jadi Etalase Baru Kota Bandung

Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:22 WIB Last Updated 2026-08-27T13:22:01Z

Bandung.Internationalmedia.id.- Aktivasi kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara tidak hanya membuka akses penerbangan dari dan menuju Kota Bandung, tetapi juga menjadi peluang bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk memperkuat citra kota sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, perdagangan, dan pendidikan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung tengah bekerja sama dengan Angkasa Pura untuk memanfaatkan sejumlah ruang di kawasan bandara sebagai media promosi identitas Kota Bandung. Hal itu disampaikannya saat meninjau Bandara Internasional Husein Sastranegara, Kamis (27/8/2026).

Sejumlah fasilitas, seperti videotron dan area tunggu, akan diarahkan menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, dan kuliner Bandung kepada para penumpang.

“Angkasa Pura menyediakan space untuk melakukan branding kota dan kita bekerja sama dengan salah satu pengusaha reklame di Kota Bandung,” ujar Farhan.

Konsep branding tersebut, kata Farhan, akan dikembangkan dengan mengangkat beragam identitas khas Bandung. Pemkot juga tengah menjajaki dukungan anggaran dan sponsor untuk menghadirkan seni tradisional serta menampilkan produk kuliner lokal di kawasan bandara.

“Branding Kota Bandung ini kita akan mulai dari masalah rasa. Mau rasa di hati, rasa di lidah atau rasa di pikiran masing-masing selama ada di Kota Bandung,” katanya.

Tak hanya di area kedatangan, Pemkot Bandung juga menjajaki kerja sama untuk menghadirkan outlet produk khas Bandung di terminal keberangkatan. Langkah ini diharapkan membuka ruang promosi sekaligus memperluas pasar produk lokal.

“Kami sedang menjajaki kerja sama di terminal keberangkatan untuk menyewa sebuah ruangan untuk outlet penjualan produk-produk khas Kota Bandung,” jelasnya.

Infrastruktur Ikut Dibenahi

Peningkatan aktivitas Bandara Husein juga diikuti pembenahan infrastruktur di sekitar kawasan. Pemkot Bandung telah memperbaiki sejumlah ruas jalan dan penerangan jalan umum (PJU) di area terdekat bandara.

Tahap selanjutnya, perbaikan akan diarahkan ke akses jalan menuju utara hingga terhubung dengan kawasan lampu merah dan gerbang Tol Pasteur. Menurut Farhan, kesiapan infrastruktur menjadi penting agar peningkatan aktivitas penerbangan dapat diimbangi dengan kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Saat ini, jumlah penumpang Bandara Husein masih sekitar 1.000 orang per hari, jauh di bawah target awal 3.000 penumpang per hari. Dalam jangka panjang, Pemkot Bandung berharap aktivitas bandara dapat kembali mencapai sekitar 2,7 juta penumpang per tahun atau sekitar 9.000 penumpang per hari.

Meski demikian, Farhan menilai pelayanan saat ini masih berjalan baik karena jumlah penerbangan belum terlalu padat.

“Sejauh ini karena memang jumlah penerbangan masih belum banyak semuanya baik-baik saja, everybody happy,” ujarnya.

Dorong Pariwisata hingga Pendidikan

Persoalan harga tiket juga menjadi perhatian Pemkot Bandung. Pemerintah masih menghitung elastisitas harga tiket terhadap permintaan penerbangan dari dan menuju Bandung.

Berdasarkan data yang diterima dari Garuda Group, tingkat keterisian pesawat atau load factor saat ini masih berada di atas 90 persen. Tingginya tingkat keterisian tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mendorong penambahan frekuensi penerbangan.

Selain pariwisata dan perdagangan, Bandara Husein juga diproyeksikan mendukung sektor pendidikan. Pemkot Bandung berencana mempromosikan perguruan tinggi di Kota Bandung ke berbagai daerah yang memiliki konektivitas penerbangan langsung dengan Husein Sastranegara.

Strategi tersebut akan didorong menjelang semester pertama 2027. Kemudahan akses penerbangan diharapkan menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah untuk memilih Bandung sebagai kota tujuan pendidikan.

“Kita akan mendorong promosi perguruan tinggi Bandung di luar Kota Bandung yang memiliki destinasi penerbangan dengan Husein Sastranegara,” kata Farhan.

Dengan demikian, bagi Pemkot Bandung, kembalinya aktivitas Bandara Husein bukan sekadar soal penerbangan. Bandara tersebut dipandang sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan identitas Bandung, memperkuat ekonomi lokal, serta menarik lebih banyak wisatawan dan pelajar dari berbagai daerah.(kyk/lys)

×
Berita Terbaru Update