![]() |
| Konferensi Asep-Asep ke-7 Digelar di Bandung |
Bandung.Internationalmedia.id.- Kesamaan nama menjadi perekat persaudaraan sekaligus ruang untuk merawat identitas budaya Sunda. Semangat itulah yang mewarnai penyelenggaraan Konferensi ke-7 Asep-Asep (KAA) oleh Paguyuban Asep Dunia (PAD) di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Bandung, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi bagi mereka yang bernama Asep, tetapi juga momentum memperkuat organisasi agar semakin berdaya dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi konsistensi PAD yang telah berdiri sejak 1 Agustus 2010. Menurutnya, komunitas tersebut merupakan bentuk ekspresi budaya yang tumbuh secara unik dari kesamaan nama.
Farhan menilai, nama Asep memiliki kekhasan tersendiri dalam tradisi masyarakat Sunda. Karena itu, keberadaan Paguyuban Asep Dunia turut menjadi bagian dari upaya menjaga identitas dan kekayaan budaya lokal.
“Saya rasa ini merupakan satu bentuk ekspresi budaya dari sebuah komunitas yang tanpa sengaja bergabung. Eksistensi komunitas Asep Sedunia ini menjadi sangat penting karena berperan memberikan warna identitas dan menjaga nama yang sangat khas tanah Sunda,” kata Farhan.
Ia berharap, konferensi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota paguyuban, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Farhan juga dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar Paguyuban Asep Dunia. Ia menyambut baik pengukuhan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan interaksi budaya.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Asep Dunia, Asep Jaelani, menegaskan bahwa KAA ke-7 bukan sekadar ajang berkumpul atau bernostalgia. Lebih dari itu, konferensi menjadi ruang untuk menyatukan visi dan memperkuat komitmen organisasi.
“Asep bukan sekadar nama, melainkan simpul tali silaturahmi yang membawa nilai-nilai positif dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Mengusung semangat Ti Asep, Ku Asep, Keur Indonesia, PAD berupaya menjadikan kesamaan nama sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selama 16 tahun perjalanan organisasi, PAD telah mengembangkan berbagai kegiatan di bidang keagamaan, sosial budaya, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pendidikan.
Asep Jaelani menambahkan, nama Asep memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai luhur budaya Sunda, seperti kesopanan, gotong royong, kebersamaan, dan kehangatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui konferensi ini, Paguyuban Asep Dunia berharap ikatan persaudaraan yang terbangun dari kesamaan nama dapat terus berkembang menjadi kekuatan sosial untuk melestarikan budaya Sunda dan memberikan manfaat bagi Indonesia.(kyy/lys)
