![]() | ||
| Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan menerima SDG Pioneer Award dalam ajang Reuters Events Global Sustainability Awards 2026 di London, Inggris, Rabu (21/10). |
Penghargaan ini diberikan atas inisiatif perusahaan dalam mendukung target net zero emission melalui aksi green carbon dan blue carbon untuk meningkatkan penyerapan karbon serta menjaga kelestarian ekosistem.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Telkom melalui inisiatif bertajuk “Pioneering Indonesia's Path to Net Zero through Green & Blue Carbon Action”. Inisiatif ini dinilai mencerminkan upaya perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menerima penghargaan tersebut secara langsung di London. Ia mengatakan, pencapaian ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat program keberlanjutan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Telkom untuk terus memperkuat inisiatif keberlanjutan yang memberikan dampak yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kami meyakini bahwa transformasi bisnis perlu berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, sehingga kontribusi Telkom tidak hanya tercermin dalam kinerja perusahaan, tetapi juga dalam upaya mendukung pencapaian target net zero emission dan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Willy.
Reuters Events Global Sustainability Awards merupakan ajang internasional yang mengapresiasi perusahaan dan organisasi atas kontribusinya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Penghargaan SDG Pioneer diberikan dalam kategori strategi dan kepemimpinan, yang menyoroti peran dunia usaha dalam menerapkan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dalam strategi dan operasional bisnis.
Bagi Telkom, pengakuan ini memperkuat upaya perusahaan dalam mendukung agenda iklim melalui pendekatan berbasis alam. Inisiatif green carbon dan blue carbon menjadi bagian dari langkah untuk mendukung penyerapan karbon sekaligus melindungi dan memulihkan ekosistem.
Program tersebut sejalan dengan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom melalui payung program “Bersama Jadi BISA”. Program ini mendorong kontribusi perusahaan terhadap pencapaian SDGs melalui aksi iklim, pelestarian lingkungan, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi layak.
Dalam mendukung implementasinya, Telkom juga mengembangkan in-house SDGs Dashboard untuk menunjang pemantauan dan integrasi agenda pembangunan berkelanjutan. Selain itu, dua karyawan Telkom telah memperoleh sertifikasi SDGs Certified Leader dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
Selain meraih SDG Pioneer Award, Telkom juga menjadi finalis dalam kategori Social Impact Award melalui inisiatif “Water Provision and Sanitation: from Access to Lasting Shared Value, Powered by Collaborative Innovation”. Inisiatif ini berfokus pada perluasan akses air bersih dan sanitasi melalui kolaborasi untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Kedua pencapaian tersebut mencerminkan upaya Telkom dalam mengembangkan program keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan dan sosial. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan dasar, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam memperluas dampak program.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui keanggotaan aktif Telkom dalam United Nations Global Compact (UNGC) sejak 16 Juli 2026. Melalui keanggotaan ini, Telkom berupaya menerapkan Sepuluh Prinsip PBB yang mencakup hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi dalam strategi, budaya, serta operasional perusahaan.
Telkom menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan bagian dari strategi penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat inisiatif keberlanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan penerapan tata kelola yang baik guna mendukung pembangunan Indonesia yang inklusif dan ramah lingkungan.(rel/lys).
