Notification

×

Iklan

Iklan

Gereja Ditinggalkan Jemaat, Wabup Toba Tekankan Pentingnya Keteladanan Pemimpin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:34 WIB Last Updated 2026-10-27T09:34:23Z
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus saat memberikan sambutan

Toba.Internationalmedia.id – Fenomena sejumlah gereja di Eropa yang ditinggalkan jemaatnya, bahkan beralih fungsi, menjadi perhatian Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus. 

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi gereja untuk terus berbenah, menghadirkan pelayanan yang menarik, serta membangun keteladanan para pemimpin di tengah jemaat dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Audi Murphy saat menghadiri Seminar Kepemimpinan Gereja bertema “Pemimpin yang Menjadi Teladan” di Aula Hotel Barita Land, Balige, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, setiap orang mengharapkan pemimpin yang mampu menjadi teladan, termasuk dalam kehidupan bergereja. Keteladanan menjadi salah satu kunci untuk membangun kepercayaan jemaat sekaligus menjaga hubungan yang baik antara pemimpin gereja dan umat.

“Kami pikir ini yang mau dibangun dalam kegiatan hari ini agar kita terbebas dari penilaian negatif oleh umat kita sendiri,” ujar Audi Murphy dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, kepemimpinan gereja berbeda dengan kepemimpinan pemerintahan. Pemerintah memiliki peraturan sebagai instrumen untuk mengatur masyarakat, sedangkan gereja tidak dapat memaksakan jemaat untuk tetap setia.

“Gereja tidak punya alat untuk mengharuskan jemaat tunduk. Beda dengan lembaga negara. Pemerintah punya alat melalui peraturan. Maka apa yang dapat dilakukan oleh gereja agar jemaat tetap setia? Salah satunya adalah menjadi teladan di tengah jemaat dan masyarakat,” katanya.

Selain keteladanan, Audi Murphy berharap para pemimpin gereja mampu menghadirkan pelayanan yang menarik dan relevan dengan kebutuhan jemaat. Dengan demikian, gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga hadir memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Kabupaten Toba, Pdt. Marganda Lubis, mengingatkan para pemimpin dan gembala gereja agar tidak menyombongkan diri. Menurutnya, kerendahan hati harus menjadi bagian penting dari keteladanan seorang pelayan Tuhan.

“Jangan ada yang menyombongkan diri. Mari kita tundukkan hati kita yang melekat pada Kristus untuk keteladanan. Bukan hanya pintar berkhotbah, tetapi masyarakat harus melihat kerendahan hati kita,” tegasnya.

Sementara itu, Pdt. Mangaranap Sinaga, S.Th., M.Th., bersama panitia penyelenggara menegaskan bahwa keteladanan hamba Tuhan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui khotbah di mimbar. Keteladanan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan pelayanan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Ia juga berharap para pemimpin gereja dapat memperkuat kerja sama dan kebersamaan demi mendukung kemajuan Kabupaten Toba.

“Bagaimana agar Kabupaten Toba yang kita cintai ini maju dengan bergandengan tangan,” ujarnya.

Seminar tersebut menghadirkan Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Sumatera Utara, Pdt. Dr. Ruben Yonatan Silalahi, M.Th., sebagai pembicara. Kegiatan ini diikuti para pemimpin gereja dari berbagai denominasi.

Melalui seminar ini, para pemimpin gereja diharapkan semakin memperkuat keteladanan, kerendahan hati, dan kualitas pelayanan, sehingga kehadiran gereja semakin dirasakan manfaatnya oleh jemaat dan masyarakat.(MC/Ung)

×
Berita Terbaru Update