![]() | ||
| Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra memberi cendera mata kepada Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan |
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengatakan Kota Bandung dipilih sebagai salah satu referensi karena memiliki pengalaman dalam mengembangkan tata kelola kota dan layanan publik. Meski berbeda dari sisi luas wilayah dan jumlah penduduk, kedua daerah dinilai memiliki sejumlah kesamaan, termasuk karakter geografis yang berbukit.
"Kita melihat Bandung ini sebagai salah satu promotor. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari Bandung," ujar Riyanda di Pendopo Kota Bandung, Kamis, 24 September 2026.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Pemkot Sawahlunto adalah pengembangan layanan publik digital yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintahan. Selain itu, Sawahlunto juga mempelajari pengalaman Bandung dalam menata infrastruktur perkotaan, termasuk pengelolaan jaringan kabel dan utilitas di kawasan strategis.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pertukaran pengalaman penting karena setiap daerah memiliki persoalan yang berbeda, meski berada dalam kerangka aturan pemerintahan yang sama.
"Keragaman kota-kota di Indonesia ini dipersatukan lewat aturan yang sama. Aturannya sama, tapi masalahnya beda," kata Farhan.
Farhan menjelaskan, penerapan smart governance tidak cukup hanya mengandalkan teknologi digital. Dibutuhkan pula kebijakan, infrastruktur, serta tata kelola yang mampu mendukung penerapannya.
Salah satu pengalaman yang dibagikan Bandung adalah penataan jaringan kabel telekomunikasi. Menurut Farhan, persoalan kabel semrawut tidak cukup diatasi dengan pemotongan kabel secara berkala. Karena itu, Pemkot Bandung mendorong pembangunan infrastruktur utilitas bawah tanah di kawasan perkotaan dengan melibatkan operator telekomunikasi.
"Yang kita urus itu tata kotanya. Kalau urusan bisnisnya, biar mereka yang mengurus," ujarnya.
Dalam sesi berbagi praktik baik, Pemkot Bandung juga memaparkan sejumlah inovasi, mulai dari integrasi layanan pemerintahan, pengelolaan data, hingga pengembangan layanan digital Halo Bandung yang diarahkan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintahan dalam satu ekosistem.
Pemkot Sawahlunto turut mempelajari pengelolaan data kewilayahan melalui Layanan Catatan Informasi RW (Laci RW), pemanfaatan data untuk program masyarakat dan pengelolaan sampah, pengelolaan cagar budaya, pengembangan ekonomi kreatif, hingga transportasi perkotaan.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bandung, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta perwakilan Badan Pendapatan Daerah. Hadir pula sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah Pemkot Sawahlunto.(ray/lys).
