Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Samosir dan Inalum Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Masyarakat

Rabu, 23 September 2026 | 20:39 WIB Last Updated 2026-09-23T13:39:28Z
Sosialisasi dan pelatihan pemadaman Karhutla yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa-Rabu (22-23/9/2026)/Foto: TM Naibaho.

Samosir, Internationalmedia.id.- Pemerintah Kabupaten Samosir bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di lima desa, yakni Turpuk Limbong, Siparmahan dan Dolok Raja di Kecamatan Harian, serta Aek Sipitudai dan Siboro di Kecamatan Sianjur Mula Mula.

Pembentukan MPA dirangkaikan dengan sosialisasi dan pelatihan pemadaman Karhutla yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa-Rabu (22-23/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, PT Inalum juga menyerahkan bantuan peralatan pemadaman untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat.

Bantuan diserahkan Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum Arfan I. Harahap dan diterima Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk. Bantuan antara lain berupa APAR, gepyok, sepatu boot, garpu, 75 set pakaian standar pemadam, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengapresiasi dukungan PT Inalum. Ia mengatakan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah rawan.

“Karhutla membutuhkan kesadaran masyarakat. Melalui Masyarakat Peduli Api, kita berharap kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” ujar Ariston.

Menurutnya, keberadaan MPA sangat penting karena masyarakat menjadi pihak yang paling dekat dengan wilayah dan dapat melakukan tindakan awal ketika muncul potensi kebakaran.

Ariston juga mengingatkan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan Samosir yang merupakan bagian dari kawasan Danau Toba. Selain memiliki nilai ekologis, kawasan ini juga menjadi penopang ekonomi dan pariwisata masyarakat.

Ia meminta camat dan pemerintah desa memperkuat komunikasi dengan masyarakat, terutama menjelang musim kemarau.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk menilai pembentukan MPA menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Namun, ia berharap pembentukan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. MPA perlu terus diberdayakan agar memiliki kemampuan dan tanggung jawab dalam menjaga wilayahnya.

“Jangan hanya pembentukan, tetapi pemberdayaan yang berkelanjutan dengan pemberian insentif agar masyarakat merasa bertanggung jawab untuk membantu,” kata Sarimpol.

Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum Arfan I. Harahap mengatakan, kawasan Danau Toba sebagai warisan dunia harus dijaga dari berbagai ancaman kerusakan, termasuk Karhutla.

Menurutnya, kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu perekonomian dan pariwisata.

“MPA memiliki peran aktif mulai dari pencegahan hingga pemadaman awal. Kami menginisiasi keterlibatan masyarakat melalui pembentukan MPA dengan memberikan bantuan dan pelatihan,” ujar Arfan.

Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi. Pada hari kedua, anggota MPA langsung mengikuti praktik penggunaan peralatan pemadaman Karhutla yang diberikan oleh Manggala Agni.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat pembekalan dari berbagai unsur, antara lain UPT KPH XIII Dolok Sanggul, Manggala Agni, Divisi Jasa ASA WS Toba Asahan, Polres Samosir, TNI, BPBD serta Satpol PP Damkar Kabupaten Samosir.

Wakapolres Samosir Manumpak Hatorangan Sitorus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga menekankan bahwa Karhutla dapat berdampak langsung terhadap sektor pariwisata dan perekonomian warga.

Pabung Samosir T. Siringo-ringo juga meminta anggota MPA menerapkan pengetahuan yang diperoleh di wilayah masing-masing.

Menutup rangkaian kegiatan, Sarimpol kembali mengingatkan agar seluruh bantuan peralatan dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal.

“Mencegah lebih baik daripada mengatasi. Mari kita jaga bersama lingkungan Kabupaten Samosir agar semakin baik,” ujarnya.

Kolaborasi Pemkab Samosir dan PT Inalum melalui pembentukan MPA, bantuan peralatan dan pelatihan diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat pencegahan Karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan Danau Toba.(rel/ung)

×
Berita Terbaru Update