Notification

×

Iklan

Iklan

1.000 Pelajar Ramaikan Lomba Paduan Suara World Coconut Day III

Rabu, 30 September 2026 | 14:07 WIB Last Updated 2026-09-30T07:07:58Z
Pembukaan Lomba Paduan Suara World Coconot Day III

Bandung.Internationalmedia.id.-Sekitar 1.000 pelajar SMP dari sejumlah daerah mengikuti Lomba Paduan Suara dalam rangkaian World Coconut Day (WCD) III Tahun 2026 di Gedung RRI Bandung, Jalan Diponegoro, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat sekaligus melatih keberanian, kekompakan, dan kemampuan bekerja sama.

Lomba dibuka oleh Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Dalam sambutannya, Erwin mengatakan World Coconut Day tidak hanya menjadi ajang seni dan kreativitas, tetapi juga membawa pesan tentang kebersamaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Ia mengibaratkan filosofi kelapa yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Menurutnya, generasi muda dan generasi yang lebih tua sama-sama memiliki peran dalam kehidupan bermasyarakat.

“Baik yang muda maupun yang tua semuanya berguna. Yang muda kalau ingin sukses harus banyak belajar kepada yang tua,” ujar Erwin.

Menurut Erwin, lomba paduan suara juga memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter pelajar. Setiap anggota kelompok harus mampu mengesampingkan ego pribadi agar dapat menciptakan harmoni.

“Kalau paduan suara, semua harus kompak, tidak ada yang boleh ego. Harus punya hati dan tujuan yang sama,” katanya.

Ia juga mendorong para peserta untuk berani tampil, bekerja sama, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki mental yang kuat, kemampuan sosial, dan karakter yang baik.

“Yang penting berani dulu, berani tampil, berani kompak dan berani menyatukan perbedaan,” tuturnya.

Kegiatan World Coconut Day III juga melibatkan berbagai unsur melalui semangat pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.

Erwin menilai kolaborasi tersebut dapat memperkuat ekosistem kreativitas dan pendidikan di Kota Bandung. Ia pun mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut secara mandiri.

Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, turut memberikan dukungan melalui sejumlah perangkat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Selain menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, kegiatan ini juga dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Sejumlah peserta berasal dari luar Kota Bandung, seperti Bekasi dan Depok, dan menginap di hotel selama mengikuti kegiatan.

“Pesertanya bukan hanya dari Bandung, ada dari Bekasi dan Depok. Mereka sudah datang dan menginap di hotel. Ini juga memberikan dampak terhadap PAD dan perekonomian Kota Bandung,” kata Erwin.

Ia berharap World Coconut Day dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi wadah positif bagi pelajar untuk mengembangkan potensi.

Erwin juga berpesan agar seluruh peserta menikmati proses perlombaan dan tetap menjunjung sportivitas. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Keberanian untuk tampil dan pengalaman yang diperoleh juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.

“Tampilkan kemampuan terbaik, bernyanyi dengan hati, junjung sportivitas dan nikmati setiap prosesnya. Yang menang jangan dibawa berlebihan, yang belum menang jangan kecewa. Yang terpenting kalian berani tampil dan mendapatkan pengalaman,” ujarnya.(ziz/lys),

×
Berita Terbaru Update