![]() |
| Kapok Sahli Pangdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Robertson Ismail, S.I.P., M.Si., M.M., beserta Jajaran dan Para Petani KJA saat meninjau langsung lokasi KJA di Waduk Jatiluhur, Kamis (30/7/2026). |
Purwakarta.Internationalmedia.id.- Penertiban serta penataan Kolam Jaring Apung (KJA) di kawasan Waduk Jatiluhur terus digencarkan oleh Satgas gabungan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, pemerintah pusat, PJT II, serta TNI dan Polri.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Robertson Ismail, S.I.P., M.Si., M.M., saat meninjau langsung lokasi KJA di Waduk Jatiluhur, Kamis (30/7/2026).
Dalam keterangannya di lokasi, Brigjen TNI Robertson Ismail menegaskan bahwa fungsi Waduk Jatiluhur sangat vital bagi hajat hidup orang banyak, sehingga kelestariannya harus dijaga secara berkelanjutan.
"Fungsi dan peran Waduk Jatiluhur ini sangat jelas, mulai dari pembangkit listrik hingga penstabil pasokan air bersih. Keberadaan waduk ini mendukung masyarakat bukan hanya di Purwakarta dan sekitarnya, tetapi sampai ke ibu kota negara," ujar Brigjen TNI Robertson Ismail.
Ia menjelaskan bahwa penertiban KJA perlu dilakukan sebelum dampak buruk kerusakannya menjadi semakin parah. Menurutnya, populasi KJA yang tumbuh liar tanpa kendali telah mulai menimbulkan pencemaran lingkungan serta berpotensi mengganggu jalur navigasi perahu dan memicu perselisihan di tingkat masyarakat.
"Kita jangan jadi seperti 'pemadam kebakaran' yang baru bergerak setelah terjadi masalah besar. Sebelum itu terjadi, tugas aparat negara, pemerintah daerah, pengelola waduk, dan TNI-Polri adalah melakukan antisipasi. Jika KJA dibiarkan tak terkendali hingga waduk penuh, perahu tidak bisa melintas, dan dampak jangka panjangnya akan sangat merugikan," tegasnya.
Lebih lanjut, Kapok Sahli Pangdam III/Siliwangi menekankan pentingnya pendekatan yang humanis melalui sosialisasi dan edukasi secara masif kepada para pemilik KJA dan warga setempat. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami bahwa penertiban dilakukan demi kebaikan dan keberlanjutan bersama.
"Harapan kita seluruh stakeholder terkait tetap bahu-membahu dan semangat melanjutkannya. Masyarakat juga diimbau mendukung penuh dan tidak menentang penertiban ini, karena tujuan akhirnya adalah untuk ketertiban, keamanan, dan kebaikan masyarakat itu sendiri," pungkasnya. (Ir)
