![]() |
| Korban saat ditemukan. |
Purwakarta.Internationalmedia.id.— Warga di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria mengapung di perairan waduk pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban teridentifikasi bernama Sumarna, seorang anggota satuan pengamanan (Satpam) dari PT RPP Regu 3 Obyek Vital (Obvit) Jatiluhur yang bertugas menjaga lingkungan pabean dan fasilitas vital Perum Jasa Tirta (PJT) II.
Proses evakuasi jasad korban berlangsung dramatis dan menyedot perhatian warga setempat. Dari rekaman video yang beredar di lokasi kejadian, tampak sejumlah warga bersama aparat kepolisian harus turun langsung ke air untuk mengangkut tubuh korban ke atas perahu kayu perikanan bertuliskan Putra Tanggul yang bersandar di tepi perairan.
Saat berhasil dievakuasi, korban masih mengenakan seragam dinas satpam lengkap berwarna krem dan celana hitam bersabuk logo pengamanan resmi. Penemuan ini langsung mengarah pada dugaan kuat tindak pidana lantaran kedua tangan korban berada dalam posisi terborgol di bagian belakang tubuh.
Selain itu, terdapat bercak darah segar yang membekas di area wajah serta kepala korban. Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa saat pertama kali diangkat dari air sekitar pukul 10.00 WIB, suhu tubuh korban dilaporkan masih terasa hangat.
Bersamaan dengan kehebohan di lokasi kejadian, beredar rekaman video aksi vandalisme di atas jalan aspal tak jauh dari area sekitar. Coretan cat putih tersebut memuat sejumlah tulisan mencolok, seperti "RPM", "PUNGLI", "KIE GAYA AINK", dan "X-GPR".
Dalam rekaman suara yang menyertai video tersebut, seorang pria mengeluhkan aksi perusakan fasilitas umum oleh oknum tidak bertanggung jawab. Narasi yang berkembang di masyarakat berspekulasi bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menegur atau melaporkan aksi perusakan fasilitas publik tersebut hingga memicu perselisihan.
Jajaran Polsek Jatiluhur bersama Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna mengusut tuntas motif dan pelaku di balik kematian korban.
Panit Reskrim Polsek Jatiluhur, Iptu Jonson Sirait, S.H., membenarkan kondisi tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi secara liar karena proses investigasi masih berjalan.
"Masih dalam penyelidikan," ujar Iptu Jonson Sirait singkat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. (Ir)
