Notification

×

Iklan

Iklan

Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Jepang, Dukung Strategi Penguatan Pasar Asia Timur

Selasa, 31 Maret 2026 | 08:51 WIB Last Updated 2026-03-31T01:51:45Z
Menpar Widiyanti Putri (ki) usai tukar menukar cindera mata

Tokyo.Internationalmedia.id – Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang memperkuat kerja sama bilateral di bidang pariwisata melalui penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism/MLIT), Kasumigaseki, Tokyo, Senin (30/3/2026).

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana bersama Menteri MLIT Jepang Yasushi Kaneko. Disaksikan oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini M. Paham, Komisioner Japan Tourism Agency (JTA) Shigeki Murata, serta pejabat dari kedua negara.

MoC Indonesia–Jepang ini, yang ditandatangani bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang, juga menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya kedua negara memiliki landasan kerja sama formal di bidang pariwisata.  

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain promosi pariwisata bersama dalam berbagai pameran internasional, pengembangan produk pariwisata seperti wellness, gastronomi, bahari, ekowisata, dan budaya, pengelolaan destinasi dan penguatan pariwisata berkelanjutan termasuk desa wisata.

Kemudian, kerja sama sektor swasta seperti industri penerbangan dan perjalanan, pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pertukaran keahlian, kerja sama di bidang MICE dan event internasional, penguatan konektivitas udara, peluang investasi pariwisata, serta peningkatan perlindungan dan keamanan wisatawan.

Menpar Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya  menyampaikan bahwa Jepang merupakan salah satu mitra strategis utama Indonesia dalam pengembangan pariwisata. Pada tahun 2025, Indonesia mencatat lebih dari 380.000 kunjungan wisatawan Jepang, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata lama tinggal hampir delapan hari.

Menpar Widiyanti juga menekankan pentingnya konektivitas udara sebagai faktor kunci dalam meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara. Saat ini rute penerbangan Tokyo–Jakarta dan Tokyo–Bali menjadi tulang punggung mobilitas wisatawan, dengan peluang pengembangan rute ke destinasi lain seperti Yogyakarta serta asal kota-kota besar di Jepang.

Selain itu, Menteri Pariwisata juga menyampaikan program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni pengiriman tenaga kerja terlatih ke luar negeri termasuk di bidang pariwisata. 

Menteri Pariwisata berharap hal tersebut dapat dipersiapkan diantaranya melalui program pengembangan sumber daya manusia dalam kerangka kerja MoC yang baru saja ditandatangani.

Implementasi kerja sama ini akan dilaksanakan melalui pembentukan Joint Working Group (JWG) yang bertugas menyusun rencana aksi serta memantau pelaksanaan program kerja sama secara berkelanjutan.(RBS)

×
Berita Terbaru Update