![]() |
| Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementrian Perdagangan, Miftah Farid |
Jakarta. Internationalmedia.id- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengundang pelaku usaha di Jawa Timur untuk berpartisipasi pada pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) ke – 41 Tahun 2026.
Ajakan tersebut disampaikan saat sosialisasi TEI 2026 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur pada Kamis, (2/7). Sebelumnya ajakan ini disampaikan juga kepada para pengusaha di Jawa Tengah pada Selasa, (30/6) di Semarang, Jawa Tengah.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementrian Perdagangan, Miftah Farid mengatakan, Jawa Timur merupakan provinsi eksportir nonmigas terbesar kedua tahun 2025 di Indonesia dengan produk unggulan seperti logam, perhiasan, produk turunan kelapa sawit, dan oleochemical.
“Kami mengundang seluruh pelaku usaha di Jawa Timur untuk berpartisipasi pada TEI 2026. Kita tunjukkan kepada dunia produk-produk Jawa Timur yang unggul dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Miftah, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2026).
Dikatakan, TEI ke-41 akan kembali digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten pada 14—18 Oktober 2026 dengan mengusung tema "The Ultimate Hub for Global Sourcing".
Tema ini, mencerminkan kesiapan Indonesia sebagai simpul utama perdagangan dunia melalui produk nasional berkualitas yang berdaya saing, inovatif, berkelanjutan, dan berstandar global.
Miftah Farid menyampaikan TEI 2026 menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha Indonesia untuk menampilkan produk-produk unggulannya ke pasar dunia.
TEI 2026 akan menampilkan lima zona produk, yakni Food, Beverage and Agriculture Products; Manufactured Products; Industrial Estate; Fashion and Craft; serta Furniture and Home Decor.
Selain pameran produk unggulan ekspor, TEI 2026 menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya penjajakan bisnis (business matching), konseling bisnis (business counseling), forum bisnis, dan penandatanganan kesepakatan dagang.
“Kami menargetkan TEI 2026 diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta pameran, dengan dikunjungi oleh 8.000 buyer dari berbagai negara, dan 30.000 pengunjung. Untuk target transaksi, kami optimistis dapat mencapai USD 17,5 miliar, atau meningkat 6 persen dari tahun lalu yang sebesar USD 16,5 miliar,” jelas Miftah.
Dalam kesempatan yang sama, Ali Choiril Umam, bagian ekspor PT Behaestex menyatakan, perusahaannya selama ini melakukan pengembangan produk atas masukan dari buyer TEI dari Timur Tengah yang kerap berkunjung ke booth-nya. Pada TEI tahun ini Behaestex akan menampilkan produk baru serupa Longyi, kain sarung khas Myanmar.(RBS)
