Notification

×

Iklan

Iklan

Perumda Pasar Juara Kota Bandung Jalin Kerja Sama dengan PT Bank Mandiri Taspen

Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:28 WIB Last Updated 2026-06-13T03:32:06Z
Perumda Pasar Juara Kota Bandung Jalin Kerja Sama dengan PT Bank Mandiri Taspen(foto/Ist)

Bandung.Internationalmedia.id.- Perumda Pasar Juara Kota Bandung resmi menggandeng PT Bank Mandiri Taspen untuk menghadirkan sistem transaksi digital atau cashless di 37 pasar di Kota Bandung yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Juara.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Perumda Pasar Juara dan PT Bank Mandiri Taspen di Bandung, Jumat,(12/6) petang. 

Melalui kolaborasi ini, layanan pembayaran berbasis QRIS akan mulai diperkenalkan secara bertahap kepada sekitar 27.000 ruang dagang yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Juara. 

Direktur Utama Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Pradana Aditya Wicaksana mengatakan, digitalisasi pasar menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat pengelolaan aset pasar milik pemerintah daerah. 

"Wali Kota berharap Perumda Pasar bisa menjadi food station seperti di Jakarta yang menerapkan transaksi cashless," kata Pradana.


Kelola 27.000 Ruang Dagang.

Dikatakan, penerapan sistem pembayaran digital tidak akan dilakukan secara mendadak. Perumda Pasar memilih menerapkan skema hybrid agar pedagang dan pembeli memiliki waktu beradaptasi. "Bertahap kita akan terapkan hybrid sampai nanti semua pasar di Bandung siap menerapkan transaksi secara cashless," ujarnya.

Saat ini Perumda Pasar mengelola sekitar 27.000 ruang dagang yang terdiri dari kios dan lapak yang disewakan kepada para pedagang maupun swakelola. Jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk mendukung program digitalisasi ekonomi yang selama ini terus didorong Pemerintah Kota Bandung dan Bank Indonesia melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). 

Dengan sistem pembayaran digital, transaksi menjadi lebih mudah dipantau, pencatatan keuangan lebih rapi, dan risiko kehilangan uang tunai dapat diminimalkan. 

Selain itu, digitalisasi juga dinilai mampu membantu pedagang membangun rekam jejak transaksi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengakses layanan keuangan seperti kredit usaha rakyat maupun pembiayaan lainnya. 

Bukan Sekadar QRIS

Menurut Pradana, tujuan utama penerapan pembayaran non-tunai bukan hanya mengikuti tren teknologi, tetapi juga mengoptimalkan pendapatan perusahaan daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.

"Kita coba supaya cashless. Kalau nanti semuanya sudah siap, tentu bisa diterapkan penuh. Intinya targetnya adalah optimalisasi pendapatan," katanya. Ia menambahkan, digitalisasi pasar menjadi bagian dari transformasi Perumda Pasar dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah. 

Siap Dampingi 

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KC Bandung, Davit Meringgo, menyambut positif kerja sama tersebut dan menyampaikan Program GAMPIL (gerakan melayani pembayaran iuran lapak) merupakan original program dari Bank Mantap Taspen

Menurutnya, pasar tradisional memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi rakyat sehingga perlu didukung dengan layanan keuangan yang semakin modern dan mudah diakses. 

Ia berharap kerja sama yang diawali dengan MoU ini tidak berhenti pada implementasi QRIS semata, tetapi berkembang menjadi berbagai bentuk kolaborasi yang mampu memberikan manfaat bagi pedagang maupun pengelola pasar. 

"Harapannya kerja sama ini tidak hanya berhenti di sini saja, tetapi dapat berlanjut dengan berbagai kolaborasi lain yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," ujar Davit. 

Menuju Era Baru 

Di tengah pesatnya perkembangan pembayaran digital di pusat perbelanjaan modern, langkah Perumda Pasar Juara dan Bank Mandiri Taspen dinilai menjadi upaya penting agar pasar tradisional tidak tertinggal dalam transformasi ekonomi digital.

Bagi para pedagang, kehadiran QRIS berpotensi membuka akses pasar yang lebih luas karena konsumen kini semakin terbiasa melakukan pembayaran menggunakan aplikasi perbankan maupun dompet digital.

Jika berjalan sesuai rencana, puluhan ribu pedagang pasar di Kota Bandung akan menjadi bagian dari ekosistem transaksi digital terbesar yang pernah diterapkan di lingkungan pasar tradisional Kota Bandung. 

Transformasi ini sekaligus menjadi langkah awal menuju pasar yang lebih modern, transparan, dan kompetitif tanpa menghilangkan karakter khas pasar rakyat yang selama ini menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat.*

×
Berita Terbaru Update