Notification

×

Iklan

Iklan

Pemerintah Sampaikan Dukacita Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Rabu, 01 April 2026 | 14:13 WIB Last Updated 2026-04-01T07:13:26Z
Mensesneg,Prasetyo Hadi 

Jakarta.Internationalmedia.id.-Pemerintah menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

“Berkenaan dengan berita gugurnya tiga prajurit TNI kita yang sedang menjalankan tugas sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon, mewakili Bapak Presiden, tentunya kami pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam pernyataannya, Selasa (31/03/206).

Mensesneg mengungkapkan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga telah meminta otoritas terkait untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa ini.

“Melalui Menteri Luar Negeri juga kemarin pemerintah telah menyampaikan sikap, termasuk menyayangkan kejadian ini, sekaligus meminta kepada otoritas-otoritas terkait untuk melakukan investigasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mensesneg mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan upaya terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit TNI ini. Tiga anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan.

“Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur, sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan," pungkas Mensesneg.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengecam keras insiden ini dan menegaskan bahwa keselamatan pasukan pemelihara perdamaian harus dihormati setiap saat sesuai dengan hukum internasional.

“Pemerintah juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan Israel di wilayah Lebanon selatan, yang telah mendorong eskalasi dan menyulitkan pelaksanaan mandat UNIFIL sesuai Resolusi 1701 (2006),” ujar Menlu dalam pernyataan tertulisnya melalui akun media sosial @menluri.

Indonesia juga menegaskan pentingnya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan untuk mengungkap fakta secara jelas dan akuntabel, sebagai dasar bagi pertanggungjawaban atas insiden ini.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri, menghentikan kekerasan, serta menghormati keselamatan dan pelaksanaan mandat pasukan pemelihara perdamaian PBB,” kata Menlu. (rel/lys)

×
Berita Terbaru Update