Notification

×

Iklan

Iklan

LSM RIB Apresiasi Mabes Polri, Siap Kawal Kasus Suap Ijon Proyek di Bekasi hingga Tuntas

Rabu, 22 April 2026 | 17:34 WIB Last Updated 2026-04-22T10:34:50Z
Ketua Umum LSM RIB, Hitler Situmorang

Jakarta.Internationalmedia.id.- LSM(Lembaga Sosial Masyarakat) RIB ( Rakyat Indonesia Bersatu) mengapresiasi langkah cepat Mabes Polri yang telah melimpahkan kasus dugaan suap ijon proyek di Pemerintah Kabupaten Bekasi ke Polda Metro Jaya. 

Kasus ini melibatkan oknum anggota Polri berinisial YS alias 'Lippo' yang diduga menerima aliran dana fantastis dalam proyek senilai Rp107,6 miliar.

Ketua Umum LSM RIB, Hitler Situmorang, menyatakan bahwa pelimpahan kasus ini harus menjadi momentum untuk membongkar tuntas peran oknum tersebut. 

"Kami mengapresiasi langkah cepat Mabes Polri. Pelimpahan ke Polda Metro Jaya ini harus menjadi momentum untuk membongkar tuntas peran oknum berinisial YS alias 'Lippo' yang disebut-sebut menerima aliran dana fantastis dalam proyek di Bekasi," ujar Hitler di Sekretariat LSM RIB, Rabu (22/4).

Fakta-fakta hukum yang muncul di persidangan, termasuk keterangan penyidik KPK, mengonfirmasi adanya dugaan aliran dana Rp16 miliar yang masuk ke pihak-pihak tertentu, di mana nama YS tercatat secara konsisten dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). 

"Kasus ini bukan sekadar pelanggaran disiplin biasa, ini adalah dugaan korupsi berjamaah dengan nilai yang mencederai keadilan publik," tegas Hitler.

LSM RIB mendesak Polda Metro Jaya untuk segera menuntaskan kasus ini dan meminta transparansi dalam proses penyelidikan. 

"Kami meminta Polda Metro Jaya transparan: buka identitas aslinya, pangkatnya, dan kesatuannya. Jangan ada yang ditutup-tupi," tambah Hitler.

Selain itu, LSM RIB juga telah menyurati Komisi III DPR RI untuk melakukan fungsi pengawasan legislatif. 

"Kami akan pastikan kasus ini tidak menguap begitu saja. Motto kami jelas, melihat lebih dalam," pungkas Hitler. 

LSM RIB menyatakan akan terus melakukan tekanan moral dan aksi publik apabila penanganan perkara di tingkat daerah tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan.tom

×
Berita Terbaru Update