Notification

×

Iklan

Iklan

Menteri PKP, Gubernur Jabar dan Bupati Purwakarta Tinjau Hunian Warisan Bangsa

Selasa, 14 April 2026 | 22:29 WIB Last Updated 2026-04-14T15:29:39Z
Menteri PKP, Maruarar Sirait Saat Kunjungi Proyek HWB

Purwakarta.Internationalmedia.id.– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja strategis ke proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta pada Selasa (14/4/2026). Kunjungan ini didampingi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein).

Proyek ini menjadi sorotan nasional karena berhasil menghadirkan rumah berkualitas bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan harga yang jauh di bawah standar pasar FLPP saat ini.

Terobosan Harga: Rumah Mulai Rp98 Juta dan Cicilan Rp170 Ribu

HWB Purwakarta menciptakan standar baru dalam industri properti subsidi di Indonesia. Di tengah melambungnya harga material, proyek ini justru menawarkan harga yang sangat kompetitif:

Tipe 1 Kamar Tidur: Mulai dari Rp98 juta.
Tipe 2 Kamar Tidur: Mulai dari Rp115 juta.
Skema Cicilan: Tersedia program cicilan ringan mulai dari Rp170.000 per bulan untuk 15 bulan pertama, dengan rata-rata cicilan selanjutnya di angka Rp500.000 per bulan.

Harga ini menjadi angin segar bagi buruh pabrik dan pekerja informal, mengingat harga rumah subsidi pemerintah (FLPP) saat ini umumnya telah mencapai lebih dari Rp160 juta.

Dukungan Program 3 Juta Rumah Presiden

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa HWB Purwakarta adalah bentuk nyata dari implementasi program nasional penyediaan 3 juta rumah per tahun.

"Ini adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi rakyat kecil. Bukan sekadar tempat tinggal, tapi ini soal martabat dan masa depan untuk memutus rantai kemiskinan," ujar Maruarar.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Senada dengan Menteri, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan dukungannya terhadap model pengembangan ini. "Purwakarta siap menjadi contoh nasional. Ini bukan sekadar membangun gedung, tapi membangun ekosistem kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Dampak Ekonomi: Investasi Rp1,5 Triliun dan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Proyek yang dikembangkan melalui kolaborasi antara HWB Group, Lippo Cikarang, dan pengembang lokal Iwang Prejadi ini membawa dampak ekonomi masif bagi wilayah sekitarnya:

1. Investasi Besar: Nilai total proyek mencapai Rp1,5 triliun.
2. Lapangan Kerja: Diprediksi menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja pada periode konstruksi Juli–Agustus 2026.
3. Penggunaan Material Lokal: Lebih dari 95% material bangunan berasal dari Jawa Barat, dan 80% tenaga kerja diambil dari putra daerah setempat.

Lokasi Strategis di Pusat Industri Jawa Barat

Purwakarta dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai kawasan penyangga dengan lebih dari 6.000 pabrik, kebutuhan akan hunian yang dekat dengan tempat kerja sangatlah mendesak. Kehadiran HWB di antara koridor Jakarta-Bandung menjadikan proyek ini investasi yang aman dari inflasi.

Sejak diluncurkan pada Maret 2026, tercatat lebih dari 1.500 unit rumah telah laku terjual. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap hunian yang terjangkau namun tetap berada di kawasan dengan infrastruktur lengkap.

Masa Depan Hunian Inklusif


Keberhasilan kolaborasi antara pengembang besar seperti Lippo Cikarang dengan pengusaha lokal menunjukkan bahwa sinergi sektor swasta dan pemerintah dapat menghasilkan solusi konkret bagi krisis perumahan di Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai unit dan syarat pengajuan, Hunian Warisan Bangsa kini menjadi pilihan utama hunian berkualitas di jantung Jawa Barat. (Ir)


×
Berita Terbaru Update