Notification

×

Iklan

Iklan

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 Di Banten, 84 Ribu Siswa Gunakan Pijar

Rabu, 04 November 2026 | 20:41 WIB Last Updated 2026-11-04T13:41:57Z
Telkom melalui platform pendidikan digital PIJAR mendukung pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Jakarta, Internationalmedia.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui platform pendidikan digital PIJAR mendukung pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat di Provinsi Banten. 

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tersebut menjangkau lebih dari 84.000 peserta didik dari lebih dari 570 sekolah.

Dukungan ini merupakan bagian dari upaya Telkom memperkuat pemanfaatan teknologi digital di sektor pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan asesmen yang efektif, terstruktur, dan terukur guna mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA.

Melalui PIJAR, pelaksanaan try out menggunakan sistem Computer Based Test (CBT), sehingga peserta dapat mengerjakan soal secara elektronik. Platform ini juga dilengkapi fitur pengawasan digital yang membantu sekolah memantau aktivitas peserta selama ujian berlangsung.

Direktur IT Digital Telkom, Kharim I. G. Siregar, mengatakan digitalisasi pendidikan harus berorientasi pada manfaat nyata bagi institusi pendidikan maupun peserta didik.

“Digitalisasi pendidikan bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu sekolah menjalankan proses pembelajaran dan asesmen secara lebih efektif, aman, dan terukur,” ujarnya.

Pijar Hadirkan Fitur Anti-Cheating Dan Monitoring

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai fitur PIJAR untuk mendukung kebutuhan asesmen digital, termasuk fitur anti-cheating dan monitoring real-time.

Fitur anti-cheating memungkinkan sistem mengisolasi perangkat peserta ketika terdeteksi membuka aplikasi lain selama ujian berlangsung. Sementara itu, fitur monitoring membantu guru memantau kondisi peserta dan mengidentifikasi aktivitas yang memerlukan tindak lanjut sesuai kebijakan sekolah.

Dengan dukungan fitur tersebut, sekolah memiliki kendali lebih baik dalam mengawasi pelaksanaan ujian sekaligus menjaga ketertiban dan integritas asesmen.

Pengalaman penggunaan PIJAR dirasakan oleh SMA Muhammadiyah 2 Tangerang yang turut memanfaatkan platform tersebut dalam pelaksanaan Try Out TKA 2026.

Guru Informatika SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, Muhammad Imam Darmawan, mengatakan pelaksanaan ujian secara umum berjalan lancar. Kendala yang sempat dialami sejumlah siswa ketika masuk ke sistem diketahui disebabkan kesalahan memasukkan kata sandi.

Ia juga mengapresiasi pengembangan PIJAR karena dinilai telah memenuhi sejumlah kebutuhan sekolah berdasarkan pengalaman menggunakan aplikasi asesmen digital sebelumnya.

“Kami sebelumnya pernah menggunakan beberapa aplikasi, dan menurut saya PIJAR sudah melengkapi beberapa hal yang belum tersedia di aplikasi-aplikasi sebelumnya,” ungkapnya.

Sekolah Dapat Memantau Aktivitas Peserta

Dari sisi pengawasan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana sekaligus Bendahara Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, Mumtahina, menjelaskan bahwa fitur anti-cheating memberikan kendali kepada sekolah untuk menindaklanjuti aktivitas peserta yang terindikasi membuka aplikasi lain selama ujian.

Menurutnya, ketika peserta mencoba mengakses aplikasi lain, sistem PIJAR secara otomatis akan mengisolasi perangkat yang digunakan. Sekolah kemudian dapat melihat peserta yang terindikasi melakukan aktivitas tersebut dan memiliki kewenangan untuk membuka kembali isolasi perangkat sesuai aturan yang ditetapkan.

“Kalau anak mencoba membuka aplikasi lain saat ujian, PIJAR akan otomatis mengisolasi perangkat siswa. Kami juga bisa melihat siswa mana saja yang terindikasi membuka aplikasi lain, dan sekolah memiliki kontrol untuk membuka isolasinya. Namun, sekolah sudah menetapkan aturan bahwa kesempatan membuka isolasi maksimal satu kali,” jelas Mumtahina.

Selain fitur pengawasan, faktor kemudahan penggunaan juga menjadi pertimbangan sekolah dalam memilih PIJAR sebagai platform asesmen.

Pasalnya, aplikasi tersebut telah digunakan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sehingga guru dan siswa relatif familiar dengan sistem yang digunakan.

“Di sekolah sehari-hari kita juga sudah menggunakan aplikasi PIJAR. Alhamdulillah, selama digunakan juga lancar, jadi kita tidak ada keraguan lagi saat try out dijalankan menggunakan PIJAR,” tambahnya.

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital

Pelaksanaan Try Out TKA 2026 di Provinsi Banten menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung asesmen pendidikan berskala besar.

Dengan jangkauan lebih dari 84.000 peserta dari lebih dari 570 sekolah, penggunaan PIJAR membantu penyelenggaraan ujian berbasis komputer sekaligus memberikan dukungan pengawasan kepada sekolah.

Melalui platform tersebut, Telkom terus mengembangkan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan institusi pendidikan, baik dalam proses pembelajaran maupun pelaksanaan asesmen.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Telkom dalam memperkuat ekosistem pendidikan digital Indonesia serta mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi.

Ke depan, transformasi digital di sektor pendidikan diharapkan tidak hanya mempermudah proses pembelajaran dan evaluasi, tetapi juga membuka peluang terciptanya sistem pendidikan yang semakin adaptif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(rel/lys)

×
Berita Terbaru Update