Notification

×

Iklan

Iklan

Bikin Licin dan Membahayakan, Tanah Merah Proyek BDx Purwakarta Dikeluhkan Warga

Kamis, 05 November 2026 | 15:45 WIB Last Updated 2026-11-05T08:45:06Z
Kondisi Jalan depan Proyek BDx Jatiluhur Purwakarta, Selasa (27/10/2026)

Purwakarta.Internationalmedia.id.- Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) pada proyek pembangunan data center BDx di Kabupaten Purwakarta memicu keluhan dari masyarakat. 

Aktivitas lalu lintas kendaraan berat di area proyek diduga menyebabkan ceceran tanah merah ke badan jalan utama, hingga mengakibatkan deretan kecelakaan pengendara sepeda motor. 

Kondisi tersebut diperparah oleh minimnya penanganan darurat dari pengelola lapangan proyek saat insiden keselamatan warga terjadi. 

Berdasarkan laporan dan aduan warga pengguna jalan pada Selasa (27/10/2026), hujan yang menyiram kawasan tersebut membuat ceceran tanah merah dari jalur keluar-masuk truk proyek berubah menjadi sangat licin dan membahayakan keselamatan berkendara. 

Dalam kurun waktu satu hari, sedikitnya tiga pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh di depan lokasi proyek. Salah seorang korban mengungkapkan bahwa sepeda motornya hilang kendali akibat lapisan tanah licin di atas aspal. 

"Saya kemarin jatuh di depan proyek. Dalam sehari itu ada tiga orang yang nasibnya sama kecelakaan di situ karena jalanan licin tertutup tanah merah dari truk proyek yang keluar masuk. Dada saya sampai terbentur stang motor saat jatuh," ujar salah seorang warga pengguna jalan melalui pesan konfirmasi. 

Kekecewaan warga kian memuncak saat melihat perlakuan pihak pelaksana proyek di lokasi kejadian. Bukannya memberikan pertolongan pertama atau segera memobilisasi tim untuk membersihkan lumpur di badan jalan, oknum mandor proyek di lokasi justru bersikap acuh dan meminta korban untuk segera meninggalkan area tersebut. 

"Mandor di sana bukannya bantu atau minta maaf, malah nyuruh saya buru-buru pergi dari lokasi," tambah warga tersebut.

Sikap pembiaran ini dinilai bertentangan dengan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan lingkungan hidup dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) proyek skala besar.
 
Secara umum, setiap aktivitas konstruksi yang melibatkan pengangkutan tanah wajib menerapkan pencucian ban kendaraan (wheel washing) sebelum melintas ke jalan publik serta pembersihan jalanan secara berkala. 

Terkait insiden kecelakaan warga dan dugaan kelalaian mitigasi dampak lingkungan di area proyek ini, International Media telah berupaya melayangkan konfirmasi kepada perwakilan pihak pengembang BDx (Yogi) sejak 26 dan 27 Oktober 2026. 

Namun, pesan resmi yang dikirimkan belum mendapatkan tanggapan tertulis. Perwakilan pengembang menyampaikan secara lisan bahwa dirinya sedang berada di luar kota dalam rangka perjalanan dinas.

Saat dikonfirmasi kepada Humas BDX beberapa hari lalu lewat WhatsApp hingga hari di ini belum direspons. (Ir)

×
Berita Terbaru Update