Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Musim Hujan, Pemkot Bandung Kebut Benahi Saluran Air dan Trotoar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:50 WIB Last Updated 2026-10-01T03:50:01Z
Dikebut Benahi Saluran Air dan Trotoar
Bandung.Internationalmedia.id.- Menjelang tibanya musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat membenahi infrastruktur penampung air hujan. Lewat Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Pemkot memacu pengerjaan drainase (saluran air) dan trotoar di berbagai pelosok kota agar warga terhindar dari potensi banjir dan genangan air.

Berdasarkan catatan hingga 30 September 2026, total ada 79 paket pengerjaan drainase dan trotoar sepanjang 15,4 kilometer yang digarap. Sebagian besar target tahunan bahkan sudah tuntas 100%, sementara sisanya terus dikejar agar rampung pada Oktober ini.

Rincian capaian proyek per akhir September 2026:
Pembangunan Drainase Baru: Tuntas 100% (9 paket, panjang 3,9 km).
Rehabilitasi Trotoar: Tuntas 100% (9 paket, panjang 1,9 km).
Pembangunan Trotoar Baru: Tuntas 100% (11 paket, panjang 2,4 km).
Rehabilitasi Drainase Lama: Berjalan 7,2 km dari target 14 km (50 paket pekerjaan).

Proyek Besar dan Tantangan Lapangan

Beberapa titik saluran air berukuran besar kini menjadi prioritas utama. Salah satunya adalah pengerjaan drainase di kawasan Samsat Soekarno Hatta yang saat ini progresnya menyentuh 30%. Sementara itu, perbaikan di kawasan Cisaranten sudah berjalan hingga 60%.

Tak hanya perbaikan di pinggir jalan, tim di lapangan juga menggarap crossing drainase—pembangunan saluran air yang memotong/menyeberang badan jalan—seperti yang ada di Jalan Turangga.

Kepala Bidang Drainase dan Trotoar, Kiki Rosani Rifqi, menjelaskan bahwa pengerjaan crossing memiliki tantangan ekstra tinggi karena tidak boleh melumpuhkan arus lalu lintas kota.

"Kalau pengerjaan yang menyeberang jalan, lalu lintas tidak boleh terganggu. Jadi, pengerjaannya harus beres dalam semalam," ujar Kiki, Rabu (30/9/2026). Proyek Jalan Turangga sendiri kini sudah mencapai 93% dan ditargetkan rampung total pada 9 Oktober 2026.

Selain kendala lalu lintas, dinamika cuaca yang tak tertebak juga menjadi ujian bagi para pekerja di lapangan.

"Cuaca ekstrem cukup memengaruhi jadwal. Kadang hari ini panas, besok tiba-tiba hujan deras. Rencana pengecoran terpaksa tertunda kalau hujan mendadak turun," tambah Kiki.

Meski harus berkejaran dengan waktu dan cuaca, Pemkot Bandung optimistis seluruh pengerjaan drainase dan trotoar dapat rampung secara bertahap pada awal hingga akhir Oktober, tepat sebelum puncak musim hujan melanda Kota Kembang.(kyy/lys).
×
Berita Terbaru Update