![]() | |||
| Menpar Widiyanti Putri (tengah), bersama Wamenpar Ni Luh Puspa (2 kiri), Deputi Pemasaran Ni Made Ayu Martini (2 kanan), Hariyadi Sukamdani(paling kanan) dan Budi Tirtawisata(paling kiri) |
WITF dirancang sebagai ajang bisnis pariwisata berskala internasional yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan buyer dan pengambil keputusan dari berbagai negara. Forum ini diharapkan membuka akses pasar baru sekaligus memperluas peluang kerja sama bagi industri pariwisata nasional.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan penguatan konektivitas antara industri pariwisata Indonesia dan pasar internasional menjadi semakin penting di tengah perubahan tren pariwisata global.
“Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia. Kehadiran forum B2B seperti WITF memberikan ruang bagi industri untuk berinteraksi secara langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, serta memperkenalkan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia kepada pasar internasional,” ujarnya dalam konferensi pers WITF 2026 di Jakarta, Rabu (23/9).
WITF 2026 akan menghadirkan lebih dari 100 international buyers dari 34 negara yang dipertemukan dengan exhibitor Indonesia melalui agenda business matching.
Kemenpar juga mendukung kehadiran buyer potensial dari sejumlah negara pasar utama melalui program familiarization trip (fam trip). Para buyer akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Indonesia sebelum mengikuti agenda business matching di WITF 2026.
Tak hanya pasar internasional, WITF tahun ini juga memperluas jaringan bisnis di dalam negeri dengan menghadirkan lebih dari 200 buyer nasional.
Para exhibitor yang ambil bagian berasal dari berbagai subsektor pariwisata, mulai dari tour operator, travel agent, hotel, perusahaan transportasi, maskapai penerbangan, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, taman rekreasi, restoran, wellness, hingga berbagai produk dan layanan pendukung pariwisata lainnya.
Ketua Steering Committee WITF 2026, Budi Tirtawisata, mengatakan pelaku industri pariwisata harus terus bergerak menghadapi perubahan dan tantangan pasar global.
“Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif,” ujarnya.
Menurut Budi, membangun tourism tradeshow berskala internasional membutuhkan konsistensi dan kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, pelaku industri, destinasi, serta seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
Pemprov DKI Jakarta turut mendukung penyelenggaraan WITF 2026. Selain memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian program “Menuju 5 Abad Jakarta.”
Melalui WITF 2026, Indonesia tidak hanya mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan pasar secara langsung, sehingga peluang kerja sama dan transaksi pariwisata dapat terus diperluas.(rbs)
