![]() |
| Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu |
Jakarta.Internationalmedia.id – Sejumlah tokoh, pengusaha, serta pimpinan organisasi Tionghoa dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri resepsi peringatan HUT ke-77 Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Selasa (22/9/2026) malam.
Resepsi tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan Indonesia-Tiongkok, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RRT, Zhou Kan, dalam sambutannya menyoroti perkembangan hubungan bilateral kedua negara, termasuk peluncuran Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok di Jakarta pada bulan sebelumnya.
Menurut Zhou Kan, mekanisme dialog tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama kedua negara. Pertemuan tingkat menteri dengan format “2+2” antara Indonesia dan Tiongkok juga telah dilaksanakan dalam momentum tersebut.
“China dan Indonesia merupakan tetangga dan mitra yang baik untuk satu sama lain,” ujar Zhou Kan.
Ia menilai kerja sama kedua negara kini semakin luas, mencakup bidang politik, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu berharap hubungan bilateral yang semakin erat dapat mendorong peningkatan investasi Tiongkok di Indonesia.
Menurutnya, investasi tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi juga mendorong pembangunan industri yang memanfaatkan potensi daerah dan menghasilkan produk berorientasi ekspor.
“Harapan saya, investasi terus ditingkatkan. Namun investasi hendaknya dengan membangun pabrik dan memanfaatkan potensi daerah, sehingga hasil produksinya dapat dijual ke berbagai negara,” kata Mari Elka seusai acara.
Resepsi HUT ke-77 RRT turut dihadiri sejumlah tokoh dan pengusaha nasional, antara lain Mochtar Riady dan James Riady dari Lippo Group, Franky Oesman Widjaja dari Sinarmas, Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa Abdul Alek Soelistyo, Ketua Umum Perhimpunan Hakka Indonesia Sugeng Prananto, serta Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tionghoa (PPIT) Al Busyra Basnur.
Hadir pula Sekjen ASEAN Chinese Clan Association (ACCA) Abraham Rudy Tan, Ketua Umum Perwanti-PSMTI Helga Abraham, Liliawati Rahardjo, Herman Nagaria, S.D. Darmono, Didi Dawis, Hu Su Dan, Sumadi Kusuma, Djoko Susanto, Jansen Manansang, Herman Widjaja, Rusli Gunawan, Muljawan Jahja, Efendy Tjoeng, Budi S. Tanuwibowo, Jerry Hermawan Lo, Efendi Hansen Ng, S. Suryadi H, Nancy Wijaya, Untung Chandra, Aswen S. Utomo, Suwarno Hardjo Setio, dan sejumlah tokoh lainnya.
Suasana perayaan juga diwarnai pertunjukan seni dan teknologi. Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) menampilkan senam Taichi, disusul permainan Gu Cheng serta pameran robot dan perangkat teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Rangkaian acara tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-77 RRT, tetapi juga memperlihatkan pertemuan antara budaya, teknologi, dan hubungan antarmasyarakat yang turut mewarnai kedekatan Indonesia dan Tiongkok.(rbs)

