![]() |
Jambi.Internationalmedia.id.- PTPN IV Regional 4 Kebun Bunut menggelar Pelatihan dan Kunjungan Lapangan bagi 89 peserta asal Kabupaten Tebo dan Sarolangun di Kebun Bunut, Jambi, Kamis (24/9/2026).
Lewat edukasi praktik terbaik bersama para pakar dan praktisi kebun, program kolaboratif ini dirancang untuk mengasah kompetensi teknis SDM perkebunan lokal agar makin produktif dan daya saing tinggi.
Sebanyak 89 peserta—terdiri dari 30 orang asal Kabupaten Tebo dan 59 orang dari Kabupaten Sarolangun—terjun langsung ke lapangan untuk menyerap wawasan empiris mengenai tata kelola perkebunan modern.
Tak sekadar menyimak teori, para peserta berdialog interaktif dengan para praktisi teknis PTPN IV guna membedah tantangan nyata budidaya sawit di era industri saat ini.
Langkah kolaboratif ini menggandeng jajaran pemerintah daerah serta PT Smatek Tunas Mandiri sebagai mitra penyelenggara dan pemateri. Kehadiran Taufik Hidayat (perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun) serta Sischa Asnie Afrisantie Siregar, S.Kom. (perwakilan Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Tebo) mempertegas komitmen lintas sektor dalam mencetak SDM perkebunan daerah yang unggul.
PTPN IV Regional 4 Kebun Bunut mengerahkan jajaran manajemen kunci untuk mendampingi proses pembelajaran ini, antara lain Manajer Kebun Bunut Husnul Arifin, Asisten Kepala Medya Rama Sabri, KTU Iqbal, serta Ahli Pertama Tanaman (APT) Ahmed Ronofa.
Atas kontribusi aktifnya membagikan praktik terbaik (best practices) pengelolaan kebun, Husnul Arifin dianugerahi Sertifikat Penghargaan Nomor 453/STM/SERTIFIKAT/IX/2026 oleh PT Smatek Tunas Mandiri.
"Sinergi ini merupakan fondasi utama untuk membangun perkebunan kelapa sawit yang produktif, efisien, dan berkelanjutan," ujar Husnul Arifin.
Lewat transfer pengetahuan dari lapangan, PTPN IV Regional 4 berharap para peserta dapat mengimplementasikan keahlian teknis ini di wilayah masing-masing demi memajukan komoditas sawit lokal.(edison marpaung).
