![]() |
| Peserta saat memulai acara lomba setelah bendera dikibarkan |
Jakarta.Internationalmedia.id.- Memungut sampah kini bukan lagi sekadar rutinitas kebersihan, melainkan kompetisi olahraga yang memacu adrenalin.
Bermodal sarung tangan dan kantong pemilah, ratusan peserta sigap menyisir setiap sudut rute fun walk di sepanjang jalur protokol Sudirman untuk memungut dan mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya.
Aksi memungut sampah penuh energi ini merupakan bagian dari kompetisi SPOGOMI (Supotsu Gomihiroi), olahraga unik asal Jepang yang resmi hadir di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman pada Minggu (23/8/2026) pagi.
Berpusat di Jakarta Mori Tower sejak pukul 06.30 hingga 11.00 WIB, ajang ini sukses mengubah kepedulian lingkungan menjadi kegiatan yang seru dan interaktif.
Kegiatan yang diinisiasi oleh AEON Delight Indonesia (PT Sinar Jernih Sarana) ini dirancang untuk mengajak masyarakat terjun langsung menjaga kebersihan ruang publik.
"Bagi kami, SPOGOMI bukan sekadar kegiatan memungut sampah. Ini bentuk nyata komitmen menjaga lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat. Yang paling penting adalah setelah kegiatan ini selesai, peserta pulang membawa kesadaran baru bahwa sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita sendiri," ujar Caesario Mi'radz, Marketing Manager AEON Delight Indonesia.
Aksi kolektif ini mendapat apresiasi hangat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Susi Andriani, Ketua Subkelompok Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, menekankan krusialnya peran serta dunia usaha dan warga dalam mengelola sampah kota.
"Acara ini sangat bagus karena melibatkan peran serta masyarakat, terutama dukungan besar dari dunia usaha. Melalui gerakan edukatif seperti ini, kita berharap masyarakat semakin peduli untuk mengurangi dan mengolah sampah langsung dari sumbernya," tutur Susi.
Semangat memupuk kepedulian dari aksi nyata memungut sampah ini juga digarisbawahi oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Minister Urusan Ekonomi Kedubes Jepang, Kenji Enoshita, menyebut bahwa pengubahan perilaku individu adalah kunci utama.
"Pelajaran penting dari Jepang adalah bagaimana pengelolaan sampah dibangun dari kebiasaan individu—mulai dari keluarga dan sekolah. Kebiasaan tersebut lalu diperkuat lewat sistem dan kolaborasi, dan SPOGOMI adalah contoh konkret dari pendekatan itu," pungkas Kenji.
Melalui sensasi memungut sampah yang dikemas secara kompetitif ini, SPOGOMI Jakarta 2026 membuktikan bahwa gaya hidup sehat dan aksi peduli lingkungan bisa berjalan berdampingan secara menyenangkan.(RBS)
