![]() |
| Korban beserta Dokter dan Staff Puskesmas saat melakukan visum di Puskesmas Pengeroyokan. Rabu 19/8/2026 |
Batanghari.Internationalmedia.id – Seorang siswa kelas X SMAN 5 Batanghari, Provinsi Jambi, Rendy Adtya Pratama (16), asal Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah kakak kelasnya.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar gerbang RS Pertamina Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, Rabu (19/8/2026).
Rendy yang mengikuti orang tuanya pindah tugas ke Jambi disebut menjadi korban kekerasan setelah sebelumnya teman korban, Rizki, didatangi dan diintimidasi oleh sejumlah siswa senior saat jam istirahat.
Menurut keterangan keluarga korban, kejadian bermula sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Rizki diberhentikan sekelompok siswa yang diperkirakan berjumlah lima hingga enam orang. Rizki kemudian diminta membawa Rendy ke gerbang RS Pertamina Bajubang setelah jam sekolah berakhir.
Sekitar pukul 13.00 WIB, setelah kegiatan belajar selesai, Rendy dan Rizki kemudian dibawa ke lokasi tersebut oleh salah seorang kakak kelas.
Di lokasi, terjadi dugaan penganiayaan setelah muncul ucapan intimidasi. Berdasarkan keterangan keluarga korban, seorang siswa yang disebut berinisial F diduga menendang bagian kepala sebelah kanan Rendy dan memukul bagian belakang lehernya. Sementara siswa lain berinisial Y diduga memukul wajah Rizki, kemudian memukul Rendy dari arah belakang.
Setelah kejadian, kedua korban diminta meninggalkan lokasi dan pulang.
Akibat dugaan kekerasan tersebut, Rendy mengalami luka pada bagian kepala, leher, dan pundak serta mendapat perawatan medis.
Ibu korban, Elma Yunita, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bajubang. Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Bukti Penerimaan Pengaduan dengan nomor STBPP/45/VIII/2026/Sek Bajubang.
Keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus tersebut secara menyeluruh, termasuk memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pengeroyokan.
Selain proses hukum, keluarga juga meminta pihak SMAN 5 Batanghari mengevaluasi pengawasan dan keamanan di lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Keluarga Rendy juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memberikan perhatian terhadap perlindungan siswa serta memastikan korban tetap memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan dengan aman.
Keluarga menegaskan akan mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga terdapat kejelasan mengenai peristiwa dan pertanggungjawaban pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Hingga berita ini ditulis, keterangan dari pihak SMAN 5 Batanghari maupun kepolisian terkait penanganan laporan tersebut belum disampaikan.(Ir)
