Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Bandung Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah

Jumat, 24 Juli 2026 | 19:04 WIB Last Updated 2026-07-24T12:04:03Z
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat, (24/7/).


Bandung.Internationalmedia.id.-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meraih penghargaan dalam Pengelolaan Sampah Jawa Barat pada Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Jumat, 24 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan komitmen Kota Bandung dalam pengelolaan sampah.

Tak hanya pemerintah kota, sejumlah perangkat wilayah di Kota Bandung juga turut menerima penghargaan. Di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, para lurah seperti Lurah Cisaranten Endah, Cisaranten Bina Harapan, Sukamiskin, dan Cisaranten Kulon, serta Camat Arcamanik, Rancasari, Coblong, Bandung Wetan, Cicendo, dan Buahbatu yang juga menerima bantuan alat pengolah sampah inovatif.

Farhan mengaku bangga atas capaian tersebut karena menjadi bukti bahwa kerja kolaboratif dari tingkat kota hingga kewilayahan mendapat pengakuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Ini sangat membanggakan bagi seluruh jajaran Pemkot Bandung karena mendapatkan penghargaan dari Gubernur untuk kategori kepemimpinan dan komitmen pengelolaan sampah. Lurah mendapat penghargaan, camat mendapat penghargaan, dinas juga mendapat penghargaan," ujar Farhan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat atas penghargaan yang diberikan.

"Terima kasih Pak Gubernur atas penghargaan yang diberikan kepada kami semua sebagai motivasi agar kami bisa bekerja lebih baik dan bekerja lebih keras lagi," katanya.

Meski demikian, Farhan menyatakan, penghargaan tersebut bukan berarti persoalan sampah di Kota Bandung telah selesai.

Menurutnya, hingga saat ini Kota Bandung baru mampu mengelola sekitar 30 persen sampah yang dihasilkan setiap hari.

"Belum, masih jauh. Sejauh ini kita baru sekitar 30 persen bisa mengelola sampah. Masih banyak tantangan yang harus diselesaikan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga tantangan utama yang masih dihadapi, yakni keterbatasan anggaran, perubahan budaya masyarakat dalam mengelola sampah, serta kebutuhan penguatan infrastruktur persampahan.

"Anggaran, pembudayaan masyarakat, dan infrastruktur menjadi tiga hal yang sangat penting untuk terus kita perbaiki bersama," jelasnya.

Ia mengakui sejumlah wilayah seperti Babakan Ciparay dan Gedebage masih menjadi tantangan besar karena tingginya kepadatan penduduk dan volume sampah yang dihasilkan.

Meski demikian, Farhan optimis melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha, pengelolaan sampah di Kota Bandung akan terus mengalami perbaikan menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (rel)

×
Berita Terbaru Update