Notification

×

Iklan

Iklan

Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya Gelar Acara Pengecoran Rupang Buddha Nusantara

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:56 WIB Last Updated 2026-06-23T04:56:48Z
Pengecoran Rupang Buddha di VJDJ, Minggu(21/6)

Jakarta.Internationalmedia.id - Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Sunter, Jakarta, menyelenggarakan acara Pengecoran Rupang Buddha Nusantara, Minggu (21/6).

Ini merupakan simbol persatuan bagi umat Buddha dalam rangka peringatan setengah abad Sangha Theravada Indonesia (STI) dengan mengangkat tema Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri.

Acara ritual yang sakral  ini merupakan puncak acara pengecoraan juga dihadiri oleh Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama RI, Drs. Supryadi, Anggota DPR RI Daniel Johan serta Duta Besar dan perwakilan negara sahabat seperti Thailand, Srilanka, India. para donatur, sponsor, keluarga, wali, serta umat Buddha dari berbagai kota.

Sebelumnya, telah dilaksanakan upacara pengecoran di berbagai pulau sebagai perwakilan Nusantara, yakni  Pulau Sumatra dilakukan di Kota Medan, pulau Kalimantan di Kota Samarinda, pulau Bali di Kota Denpasar, pulau Sulawesi di Kota Palu, dan pulau Jawa di Kota Surabaya. 

Puncaknya pengecoran bagian kepala atau mustaka Rupang Buddha Nusantara, dilakukan di Vihara Jakarta Dhammacakka, Sunter Jakarta. 

Para Bikhu dan Sanggha saat memasuki ruang Vihara

Dalam prosesi pengecoran bagian kepala, Logam yang digunakan   sepenuhnya adalah donasi dari umat Buddha. Selain itu, dalam upacara ini umat juga turut bertekad dengan niat yang luhur disertai dengan lantunan doa (Paritta Suci) oleh para Bhikkhu yang hadir sebanyak lebih dari 50 Bhikkhu dari Saṅgha Theravāda Indonesia. 

Kepala Saṅgha Theravāda Indonesia, Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera menyatakan bahwa Rupang Buddha Nusantara ini menandai setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia sebagai Rupang Buddha yang berharga, monumental, serta historikal. 

”Rupang Buddha bagi umat Buddha merupakan sarana untuk menumbuhkan keyakinan yang didasari pengertian benar, hidup bermoral, kemurahan hati, dan kebijaksanaan,” katanya.

Bhikkhu Atthadhīro Thera (Ketua Panitia Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia) menambahkan bahwa upacara pengecoran ini selain menjadi simbol persatuan bagi umat Buddha dalam peringatan setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia.
  
Selain itu, ada sekitar 50 Bhikkhu dari Saṅgha Theravāda Indonesia. mengikuti upacara ini, dan umat juga turut bertekad dengan niat yang luhur disertai dengan lantunan doa (Paritta Suci) bersama para Bhikkhu yang hadir. 

Bhikkhu Atthadhīro Thera menceritrakan bahwa pada Mei 2025, ditemukan Rupang Buddha di reruntuhan kompleks Candi Sewu. Berdasarkan temuan ini maka Panitia menjadikannya sebagai prototipe dalam pembuatan Rupang Buddha Nusantara. 

Prototipe Rupang Buddha Nusantara dengan mudra (sikap tangan) Bhūmisparsa yang memiliki makna "Bumi sebagai saksi dari kumpulan kebajikan".

Dalam proses pembuatannya, dikerjakan oleh seniman dari Amertha Art Studio  dipimpin oleh Sugito Sutarmin. Dilakukan secara bertahap diberbagai kota dan puncaknya sebanyak 13 seniman kemudian diterjunkan untuk menyelesaikan bagian kepala rupang di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya.

Dukungan Kementrian Agama

Dirjen Bimas Buddha Supriyadi menyampaikan bahwa  Saṅgha Theravāda Indonesia telah memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan agama Buddha di Nusantara. Karenanya mewakili pemerintah Dirjen Bimas Buddha juga menyampaikan apresiasi sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan Rupang Buddha oleh Saṅgha Theravāda Indonesia.

” Semoga Buddha yang dibangun oleh Sangha Theravada Indonesia ini, dapat menjadi pedoman bagi umat sebagai sarana untuk menumbuhkan keyakinan yang didasari pengertian benar, hidup bermoral, kemurahan hati, dan kebijaksanaan,” pungkasnya.

Proses Pembuatan Rupang

Sugito Sutarmin pimpinan Amertha Art Studio selaku Koordinator pelaksanaan Pembuatan Rupang Buddha Nusantara menyampaikan bahwa timnya untuk pelaksanaan pengecoran ahir  ada 13 seniman diterjunkan.
 
“Kami sudah berada di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya. sejak 16 Juni dan rencananya kembali ke Pati, Jawa Tengah, usai cetakan rupang   dibuka sehingga tugas kami selesai,” kata Sugito.

 Sugito juga menyampaikan bahwa proses pengecoran, logam emas yang disediakan panitia Tahun Kencana dicampurkan dengan aluminium yang disiapkan Amertha Art Studio. 

Pengecoran juga dilakukan Saat Bhikkhu Sangha membacakan Paritta Manggala yang dipimpin Bhante Sukhemo Mahathera. Dan Setelah meleleh, campuran aluminium dan emas dituangkan ke dalam cetakan rupang. 
Sugito menambahkan, proses pengecoran harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kesalahan teknis dapat menyebabkan cetakan pecah atau meledak.

“Karena itu setiap tahapan harus dilakukan sesuai prosedur. Kami bersyukur seluruh rangkaian upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara berjalan lancar,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya (VJDJ) merupakan sebuah vihāra Theravāda pertama yang memiliki Simā atau prasarana penahbisan bhikkhu di Indonesia. Vihāra yang berlokasi di daerah Sunter, Jakarta Utara ini didirikan dengan harapan untuk menjadi mother temple atau vihāra induk bagi vihāra-vihāra Theravāda lain di Indonesia. (RBS)

×
Berita Terbaru Update