![]() | |
| Saat penjelasan logo |
Peluncuran tema dan logo HUT ke-46 Perpusnas ini, menjadi simbol penegasan arah strategis lembaga dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai penggerak literasi dan pusat pengetahuan masyarakat.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menegaskan Logo HUT ke-46 diluncurkan sebagai simbol transformasi, adaptasi, dan kolaborasi Perpusnas dalam menghadapi tantangan zaman. “Logo ini bukan sekadar identitas visual, tetapi merepresentasikan semangat kebersamaan untuk memperkuat budaya literasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa momentum peluncuran ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan arah strategis kelembagaan. “Perpustakaan Nasional tidak hanya menjalankan fungsi layanan, tetapi juga memegang peran penting sebagai institusi penggerak literasi nasional, penjaga pengetahuan bangsa, serta bagian dari ekosistem pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.
Deputi bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto menyebutkan, Perpusnas akan membuka ruang interaksi publik yang luas melalui pameran dan bimbingan teknis profesional.
‟Selama periode 4-29 Mei 2026, masyarakat dapat menyaksikan lini masa perjalanan dan capaian strategis institusi melalui pameran konvensional maupun virtual. Edukasi publik semakin diperkuat dengan diskusi hibrid ,‟ ungkapnya.
Suharyanto juga menambahkan, akan ada juga kegiatan lokakarya dalam bentuk webinar dan Klinik Konsultasi. ‟Kami akan memberikan layanan secara langsung terkait akreditasi, sertifikasi, pengolahan RDA, hingga layanan penomoran standar seperti ISBN dan ISSN,” terangnya.
Logo HUT Perpusnas ke-46
Desain logo karya Prakas Agrestian merupakan integrasi elemen visual yang mencerminkan perjalanan institusi, keterbukaan akses informasi, serta pertumbuhan literasi.
Angka 46 melambangkan konsistensi Perpusnas dalam membangun budaya baca, sementara bentuk buku terbuka menjadi simbol akses pengetahuan yang inklusif, dengan warna biru dan hijau yang mencerminkan kepercayaan, pertumbuhan, dan keberlanjutan.
Harapannya logo ini bukan hanya sebagai identitas, tapi juga sebagai semangat pemersatu upaya penguatan budaya literasi masyarakat.
Hal ini dikarenakan perayaan ini tidak hanya milik Perpusnas, namun milik kita semua yang percaya bahwa literasi bisa memajukan bangsa.
Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk ikut serta memeriahkan HUT ke-46 Perpusnas dengan menggunakan identitas visual melalui tautan s.id/KontenHUT46Perpusnas”, imbuh Prakas, Pustakawan pemenang lomba desain logo.
Rangkaian Acara HUT
Perpusnas merancang rangkaian HUT ke-46, diawali dengan peluncuran tema dan logo ini, sementara puncaknya akan diselenggarakan pada 17 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Buku Nasional. Momentum tersebut menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Rangkaian kegiatan HUT ke-46 Perpusnas akan melibatkan berbagai aktivitas edukatif, ilmiah, dan partisipatif masyarakat yang dirancang untuk memperluas jangkauan literasi serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun budaya literasi yang inklusif dan berkelanjutan.(RBS)
