Notification

×

Iklan

Iklan

Laci RW Jadi Senjata Pemkot Bandung Deteksi Kriminalitas dan Masalah Sosial

Senin, 29 Juni 2026 | 18:09 WIB Last Updated 2026-06-29T11:09:47Z
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan melihat data Laci

Bandung.Interntionalmedia.id.-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat Program Layanan Catatan Informasi (Laci) RW sebagai instrumen pendataan kewilayahan.

Tak hanya mendukung perencanaan pembangunan, Laci RW juga menjadi sarana deteksi dini terhadap berbagai potensi masalah sosial dan tindak kriminal di masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, data dalam Laci RW diperbarui secara berkala setiap tiga bulan. Pembaruan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sosial masyarakat di tingkat RT dan RW dapat terpantau secara akurat.

"Setiap tiga bulan kita lakukan update terhadap Layanan Catatan Informasi," ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin, 29 Juni 2026.

Saat ini, Pemkot Bandung juga tengah melakukan pendataan jumlah rumah kontrakan, kos-kosan, serta pintu hunian sewa yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung.

Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui potensi kontribusi dari kelompok usia produktif yang merupakan pendatang dan menetap di Kota Bandung.

Selain itu, data tersebut juga dinilai penting sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindak kriminal di lingkungan permukiman.

Farhan menuturkan, melalui pendataan yang detail, pemerintah bersama aparat kewilayahan dapat mendeteksi berbagai persoalan sosial maupun potensi pelanggaran hukum sejak dini.

"Dengan pendataan itu banyak sekali yang bisa kita deteksi, termasuk berbagai macam bentuk kejahatan. Ada pengedar narkoba, prostitusi terselubung, semuanya," katanya.

Ia menyatakan, Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan seluruh RT dan RW lebih aktif mengenali warganya, termasuk dengan melakukan pemantauan langsung dari rumah ke rumah.

"Setiap RW dan RT harus betul-betul mengenali warganya, sampai benar-benar mengetuk pintu rumah warga," ujarnya.

Farhan menjelaskan, data yang tercatat dalam Laci RW sangat rinci. Tidak hanya terkait jumlah penduduk, tetapi juga mencakup berbagai indikator sosial dan lingkungan.

"Termasuk berapa banyak rumah yang tidak memiliki septic tank, jumlah anak tidak sekolah, jumlah ibu tunggal, dan berbagai data lainnya," ungkapnya.

Menurut Farhan, seluruh data tersebut telah melalui proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan dan program pemerintah.

"Alhamdulillah datanya sudah diverifikasi oleh BPS dan bisa dipakai," katanya.

Seluruh hasil pembaruan data Laci RW yang dilakukan setiap tiga bulan tersebut selanjutnya dihimpun dan dikelola oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung sebagai basis penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. (rel)

×
Berita Terbaru Update