Notification

×

Iklan

Iklan

Kemenpar Tegaskan Bebas Visa, Strategi Penting Daya Saing Pariwisata Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:20 WIB Last Updated 2026-06-26T07:20:07Z
Wisman saat melakukan kunjungan ke sebuah destinasi

Jakarta.Internationalmedia.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan bahwa kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) perlu dipandang sebagai strategi penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam memperebutkan wisatawan mancanegara.

Kementerian Pariwisata menilai BVK memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar memberikan kemudahan bagi wisatawan asing untuk masuk ke Indonesia. 

Kebijakan tersebut diyakini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperbesar pengeluaran wisatawan selama berlibur, menciptakan lapangan kerja, hingga memperkuat perekonomian masyarakat di berbagai daerah tujuan wisata.

“BVK bukan sekadar fasilitas visa. BVK adalah instrumen daya saing, instrumen pertumbuhan, dan instrumen penciptaan lapangan kerja. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, ” demikian bunyi siaran pers Kementerian Pariwisata.

 Kemudahan akses masuk ke suatu negara kini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan wisatawan saat menentukan destinasi perjalanan. 

Karena itu, kebijakan visa tidak lagi hanya dipandang sebagai urusan administrasi keimigrasian, melainkan bagian dari strategi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi nasional.

Indonesia perlu memastikan tidak tertinggal dalam memberikan kemudahan perjalanan bagi wisatawan mancanegara.

Berdasarkan Pengalaman Indonesia pada 2016,  dimana dibuka fasilitas Bebas Visa Kunjungan kepada 169 negara ini menjadi dampak positif kebijakan tersebut. 

Hasil kajian World Travel & Tourism Council (WTTC) bersama Oxford Economics menunjukkan kebijakan tersebut mampu meningkatkan permintaan wisatawan mancanegara sebesar 24 persen dan mendukung terciptanya sekitar 400 ribu lapangan kerja.

Kemenpar mengungkapkan, setelah dilakukan penyempurnaan perhitungan menggunakan data realisasi kunjungan wisatawan tahun 2018, dampak kebijakan bebas visa diperkirakan bahkan lebih besar. Peningkatan permintaan wisatawan mancanegara diproyeksikan mencapai 32,4 persen, yang menunjukkan adanya hubungan kuat antara kemudahan perjalanan dan pertumbuhan jumlah wisatawan. (RBS)

×
Berita Terbaru Update