Purwakarta.Internationalmedia.id.— Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta mulai memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Langkah ini dilakukan dengan memetakan dan mendata seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purwakarta menggunakan aplikasi internal berbasis teknologi geotagging (penanda lokasi digital).
Sistem digital ini diterapkan untuk memastikan akurasi data SPPG di lapangan, sekaligus mempermudah proses monitoring secara real-time guna mencegah potensi penyimpangan.
Kepala Kejari Purwakarta Apsari Dewi, melalui Kasi Intelijen Ratno Timur Habeahan Pasaribu, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat ada 157 SPPG yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta.
Sebagai langkah awal, pihak kejaksaan telah memanggil 17 Koordinator Wilayah (Korwil) kecamatan SPPG untuk mengikuti sosialisasi pengisian aplikasi tersebut.
"Kami mendata nama yayasan, mitra yang bekerja sama, hingga alamat lengkap setiap SPPG agar datanya valid dan sesuai kondisi riil di lapangan," ujar Ratno Timur kepada awak media, Rabu (24/6/2026).
Ratno mengimbau seluruh pengelola SPPG untuk bergerak cepat dalam melengkapi data yang dibutuhkan. Kejari Purwakarta menargetkan seluruh proses penginputan data ini rampung paling lambat pada akhir pekan ini.
Berdasarkan data terkini, dari total 157 SPPG yang ada di Purwakarta, baru 37 SPPG dan 30 yayasan yang datanya telah masuk dan berhasil terverifikasi ke dalam sistem.
Menariknya, aplikasi pengawasan ini nantinya tidak hanya menjadi konsumsi internal korps adhyaksa saja. Ke depan, Kejari Purwakarta berencana membuka akses aplikasi tersebut kepada publik agar masyarakat dapat ikut mengawal jalannya program nasional ini.
Kehadiran fitur geotagging juga akan memudahkan masyarakat maupun petugas dalam melacak lokasi fisik SPPG secara presisi.
"Kami ingin memastikan program ini berjalan tepat sasaran, transparan, dan terhindar dari potensi penyimpangan," tegas Ratno.
Melalui integrasi teknologi digital ini, Kejari Purwakarta berharap pengawasan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan jauh lebih efektif, sehingga manfaatnya benar-benar langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. (Ir)
