![]() |
| Proyek Rehabilitasi senilai Rp 448 juta, ventilasi keropos |
Purwakarta.Internationalmedia.id.-Proyek rehabilitasi sedang/berat ruang kelas di SMPN Satu Atap Gununghejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta disorot, tidak sesuai dengan harapan.
Pekerjaan dengan nilai kontrak Rp 448.046.006 yang bersumber dari APBD Tahun 2026 tersebut dinilai belum maksimal lantaran sejumlah bagian penting bangunan tidak tersentuh pembaruan.
Kepala SMPN Satu Atap Gununghejo, Siti Maryam, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa CV Mulya Pratama tersebut.
![]() |
| Kondisi keramik retak tidak tersentuh rehabilitasi, |
Menurutnya, keramik lantai di beberapa ruang kelas masih dalam kondisi retak dan lubang angin atau ventilasi lama tidak diganti oleh pihak pelaksana.
"Saya sempat komplain karena keramik sama ventilasi tidak diganti. Bahkan saya sempat minta untuk diadakan wastafel (untuk menunjang kebersihan lingkungan sekolah), tapi tidak ada," kata Siti saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan papan informasi surat pesanan dengan nomor EP-01KKXPV8W3XHJ3AN6HBJMZ1PRK, proyek di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta ini memiliki masa pelaksanaan selama 113 hari kalender, terhitung sejak 25 Maret 2026 hingga 15 Juli 2026.
![]() |
| SMP Satu Atap Cileunca Bojong |
Dengan besarnya anggaran yang dialokasikan, kualitas pengerjaan serta pengawasan dari instansi terkait kini menjadi perhatian agar penggunaan dana publik benar-benar memberikan manfaat optimal bagi fasilitas pendidikan.
Selain proyek di SMPN Satap Gununghejo, pengerjaan serupa juga diketahui berjalan pada APBD 2026 ini, di antaranya proyek rehabilitasi gedung sekolah Satu Atap Cileunca Bojong yang mencakup perbaikan dua ruangan beserta fasilitas toilet. (Ir)


