Notification

×

Iklan

Iklan

Tolak Kasih Uang Miras, Tuan Rumah Hajatan Tewas Dianiaya Preman

Sabtu, 04 April 2026 | 22:04 WIB Last Updated 2026-04-08T03:58:09Z

Istri Korban Pingsan, Digotong Warga Setempat

Purwakarta.Internationalmedia.id.– Sebuah pesta pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berubah menjadi duka mendalam. Sabtu (4/4/2026). 


Tuan rumah acara dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok pria yang diduga preman setempat.

​Insiden memilukan ini terjadi tepat di hari pernikahan anak korban. 


Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula ketika sekelompok pria mendatangi lokasi hajatan untuk meminta sejumlah uang. Uang tersebut diduga akan digunakan para pelaku untuk membeli minuman keras (miras).


​Penolakan korban terhadap permintaan "uang jatah" tersebut menyulut emosi para pelaku. Alih-alih pergi, kelompok pria tersebut justru membuat keributan yang memicu kepanikan luar biasa di antara tamu undangan yang hadir.

​Situasi makin tak terkendali saat para pelaku mulai menyerang korban secara membabi buta.

 

Korban menjadi sasaran amukan dan dihantam menggunakan benda keras hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

​"Suasana yang tadinya bahagia langsung berubah mencekam. Warga dan tamu undangan berlarian menyelamatkan diri, sementara keluarga histeris melihat korban terkapar," ujar salah seorang warga di lokasi.


​Dalam sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat istri korban pingsan karena tidak kuasa menahan kesedihan melihat kondisi suaminya. Warga sekitar tampak berusaha memberikan pertolongan pertama, namun nyawa korban tidak tertolong.

​Pihak kepolisian segera merespons cepat laporan warga terkait insiden ini. Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kasi Humas AKP Enjang Sukandi, membenarkan terjadinya aksi kekerasan tersebut.


​“Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang berujung pada aksi pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” kata AKP Enjang Sukandi saat memberikan keterangan kepada media.


​Enjang menambahkan bahwa saat ini pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi terus melakukan pendalaman guna mengungkap motif pasti dan kronologi lengkap di balik aksi brutal tersebut.

​“Pelaku sudah diamankan. Kami masih lakukan pendalaman lebih lanjut,” tegasnya.

​Hingga Sabtu malam pukul 20.35 WIB, jenazah Dadang masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk kepentingan autopsi dan penanganan medis lebih lanjut.

Warga setempat mengungkapkan keresahannya terhadap keberadaan kelompok preman tersebut yang kerap meminta uang secara paksa di lingkungan mereka. Tragedi ini menyisakan trauma mendalam bagi keluarga mempelai dan seluruh warga Desa Kertamukti. (Ir)

×
Berita Terbaru Update