Jakarta.Internationalmedia.id- Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita membuka Pameran Indo Intertex & Inatex 2026 di Jakarta International Expo (JI EXPO) Kemayoran, Jakarta, Rabu(15/04/2026).
Penyelenggaraan pameran ini menegaskan Indo Intertex & Inatex 2026 sebagai ajang tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara.
Selain dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, Ketua Umum APSYFI Redma Gita Wirawasta, Ketua Umum Komunitas Digital Printing Indonesia Usman Batu Bara, delegasi AFTEX, turut juga perwakilan dari beberapa negara serta berbagai tamu VIP lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum API Jemmy Kartiwa, menyoroti bahwa tahun 2026 diawali dengan kondisi global yang masih dinamis, ditandai oleh ketegangan geopolitik, disrupsi perdagangan, serta pergeseran rantai pasok.
Ia menekankan bahwa di tengah tantangan tersebut, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dituntut untuk semakin efisien, adaptif, dan visioner. Namun demikian, industri ini terbukti memiliki daya tahan yang kuat dan tetap menjadi sektor strategis yang menyerap jutaan tenaga kerja, menopang industrialisasi nasional, serta menghubungkan rantai nilai dari hulu hingga hilir/
Selain menampilkan rantai industri secara menyeluruh, Jemy juga menjelaskan ajang tahunan ini menghadirkan inisiatif Build Your Brand untuk mendukung pelaku usaha, khususnya segmen UMKM, dalam mengembangkan merek dan memperluas jaringan bisnis.
“Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana membangun koneksi dan kolaborasi antarpelaku industri,” jelasnya di sela-sela pembukaan Jemmy berharap Indo Intertex 2026 juga dapat memperkuat optimisme kolektif terhadap masa depan industri tekstil nasional.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya menegaskan bahwa kinerja industri TPT nasional masih tetap terjaga. Sepanjang tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,55% (YoY), dengan nilai ekspor mencapai USD 12,08 miliar dan surplus sebesar USD 3,45 miliar.
Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan Indo Intertex – Inatex 2026 dinilai semakin relevan dan strategis, tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai momentum untuk mengakselerasi penguatan industri TPT nasional. Lebih lanjut, pameran ini berperan sebagai platform business matching yangmempertemukan pelaku usaha nasional dan internasional, sehingga membuka peluang kemitraan dan investasi yang lebih luas.
Indo Intertex & Inatex 2026 menghadirkan berbagai inovasi terkini di sepanjang rantai nilai industri tekstil, mulai dari mesin berkelanjutan, produk ramah lingkungan, hingga teknologi daur ulang, efisiensi energi, dan solusi berbasis AI yang mendorong transformasi digital industri.
Selain pameran, berbagai program unggulan turut diselenggarakan, seperti seminar terkait perkembangan industri tekstil, workshop bisnis, serta rangkaian aktivitas interaktif yang dihadirkan oleh para exhibitor dan mitra.
Tahun ini, pameran yang berlangsung 15-18 April 2026, diikuti oleh 428 perusahaan industri TPT, dengan partisipasi industri dalam negeri mencapai 65%.
Sementara itu, keikutsertaan industri permesinan TPT dalam negeri tercatat sebesar 60%, yang menunjukkan kuatnya kontribusi dan kesiapan pelaku industri nasional dalam mendorong pertumbuhan sektor ini.
Melalui penyelenggaraan Indo Intertex – Inatex 2026, diharapkan tercipta kolaborasi yang semakin erat antar pelaku industri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri tekstil global.(RBS)
