Notification

×

Iklan

Iklan

Menteri Maruarar Sirait akan Bedah 556 Rumah dan 41,80 Hektar Kawasan Kumuh Ditata di Samosir

Rabu, 25 Maret 2026 | 22:24 WIB Last Updated 2026-03-25T15:24:04Z
Menteri PKP Maruarar Sirait didampingi Bupati Samosir, Vandiko Gultom saat Kunjungi Samosir

Samosir.Internationalmedia.id.-Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan, Kabupaten Samosir akan mendapat program bedah rumah tahun 2026 sebanyak 556 unit. 

“Jumlah ini kenaikan besar. Tahun ini anggaran ditingkatkan oleh Presiden, jadi harus dicek benar masyarakat yang berhak menerimanya,” ujar Maruarar.

Hal ini disampaikan Maruarar saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir untuk meninjau langsung lokasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Simanindo, Rabu,(25/03).

Tak hanya itu, melalui kolaborasi dengan Kementerian PKP, Pemerintah Kabupaten Samosir juga memperoleh program penanganan kawasan kumuh seluas 41,80 hektare. 

Penanganan tersebut tersebar di dua wilayah, yakni Desa Tomok seluas 29,86 hektare yang mencakup 12 perkampungan, serta Desa Tomok Parsaoran seluas 11,94 hektare yang mencakup 13 perkampungan. 

Dari total 556 unit BSPS, sebanyak 56 unit di antaranya dialokasikan khusus untuk renovasi rumah adat Batak, sesuai usulan Bupati Samosir.

Saat meninjau kawasan Lumban Sinaga, Maruarar sempat berdialog dengan warga, Rani Situmeang. Setelah melihat langsung kondisi rumah adat milik keluarga tersebut, ia langsung mengisyaratkan agar rumah itu direnovasi.
Rani pun tak kuasa menahan haru dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Negara hadir untuk memberi  rumah yang layak huni bagi masyarakat . Apalagi Samosir ini daerah pariwisata, rumah adat harus dijaga. Bisa juga dengan gentengnisasi untuk atap agar tidak terlalu panas,” tambah Maruarar.

Berdasarkan data, jumlah rumah tidak layak huni di Samosir mencapai 3.080 unit. Maruarar optimistis penanganannya dapat dituntaskan dalam tiga tahun ke depan.

“Saya kira dalam tiga tahun bisa tuntas. Ngurus rakyat itu sepenuh hati, bukan hanya bangunan, tapi juga harus memikirkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Program penataan kawasan kumuh tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan, drainase, septic tank, tembok penahan tanah, paving blok, penyediaan tong sampah, penataan kawasan permukiman, hingga pemasangan lampu jalan. Pekerjaan fisik direncanakan mulai pada Mei 2026.

Maruarar menegaskan agar seluruh program tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Kawasan yang ditata harus betul-betul yang kumuh. Dicek benar, jangan sampai tidak tepat sasaran. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, program perumahan diyakini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Dalam menjalankan program ini diperkirakan akan menyerap 200 tenaga kerja.

“Bapak Presiden yakin program ini akan menggerakkan ekonomi. Mulai dari panglong, tukang, hingga buruh akan merasakan dampaknya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Maruarar turut mengapresiasi kinerja Pemkab Samosir yang dinilai responsif dan antusias dalam mendukung program tersebut.

Selain meninjau program perumahan, Menteri PKP juga melihat langsung kegiatan pembersihan eceng gondok di Danau Toba yang dilakukan komunitas Sabam Sirait Peduli. 

Kegiatan tersebut telah berjalan selama satu tahun lima bulan, dengan dukungan pembiayaan dari keluarga Maruarar, termasuk pemberian upah Rp150 ribu per hari bagi masyarakat yang terlibat.

“Kita senang melihat anak muda yang punya idealisme merawat Danau Toba. Ini perlu kerja sama semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri PKP ke Samosir. 

“Kehadiran Bapak Menteri PKP membawa dampak nyata bagi masyarakat Samosir, khususnya dalam pemenuhan rumah layak huni dan penataan kawasan permukiman. Ini sangat kami butuhkan,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan, Pemkab Samosir siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. 

“Kami berkomitmen menyukseskan seluruh program ini dengan memastikan data penerima akurat, pelaksanaan tepat waktu, serta hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kami juga berharap program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat sektor pariwisata Samosir,” tambahnya.(rel/ung)

×
Berita Terbaru Update