Notification

×

Iklan

Iklan

ASDP Prediksi Penumpang Angkutan Lebaran 2026 Capai 5,82 Juta, Naik 9,3 Persen

Jumat, 13 Maret 2026 | 07:24 WIB Last Updated 2026-03-13T00:24:03Z

Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Theodore Natalianto Lasse di Kantor Pusat ASDP (2kanan), saat menjelaskan alur mudik di kantor pusat PT. ASDP, Jakarta, Kamis(12/03)

Jakarta.Internationalmedia.id- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)  memprediksi Angkutan Lebaran 2026 terjadi pergerakan masyarakat melalui layanan penyeberangan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang atau meningkat 9,4 persen dari tahun 2025.Serta 1,4 juta kendaraan atau naik 9,3 persen pada 15 lintasan penyeberangan yang menjadi pantauan nasional.

Hal ini disampaikan Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Theodore Natalianto Lasse di Kantor Pusat ASDP, Kamis, 12/3).

Dikatakan, tahun ini kita prediksi akan ada peningkatan jumlah kendaraan ataupun jumlah penumpang itu telah meningkat di 9 persen. Jadi Pulau Jawa Sumatera itu ada peningkatan 9 persen. Dari sisi perjalanan akan meningkat 6 persen dibandingkan 2025 menjadi 23.420 trip dan jumlah kendaraan meningkat 9,3 persen 1,47 juta kendaraan.
 
Sebanyak 1,47 juta kendaraan tersebut terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 624 ribu unit, 638 kendaraan roda empat kendaraan kecil, 51.451 unit bus, dan 161.056 unit truk.

Ada beberapa lintasan merupakan jalur dengan tingkat mobilitas tinggi selama periode mudik, meliputi Merak – Bakauheni, Ciwandan – Wika Beton, Bojonegara – Muara Pilu, Ketapang – Gilimanuk, Padangbai – Lembar, Jangkar – Lembar, Kayangan – Pototano, Kariangau – Penajam, Bajoe – Kolaka, Hunimua – Waipirit, Bira – Pamatata, Bolok – Rote, Bitung – Ternate, Ajibata – Ambarita, Telaga Punggur – Tanjung Uban, Tanjung Api-Api – Tanjung Kalian, serta Nias – Sibolga.

Untuk rute Sumatera-Jawa, jumlah trip kapal diprediksi naik 7,0 persen, penumpang meningkat 11,2 persen dan total kendaraan diperkirakan tumbuh 10,6 persen. Secara rinci, sepeda motor diproyeksikan naik 12,0 persen, kendaraan roda empat pribadi 11,0 persen, bus 8,7 persen, dan truk 5,0 persen.
Pada rute Jawa-Bali, jumlah perjalanan kapal diprediksi meningkat 6,0 persen, dengan kenaikan penumpang sebesar 10,0 persen. Pergerakan kendaraan juga diperkirakan tumbuh 9,3 persen. Berdasarkan jenis kendaraan, sepeda motor meningkat 9,0 persen, kendaraan roda empat pribadi 11,0 persen, bus 9,5 persen, dan truk 5,0 persen.

Sementara untuk rute Bali-Jawa, trip kapal diprediksi naik 5,0 persen, jumlah penumpang 9,5 persen, dan kendaraan 8,7 persen. Jika dirinci, sepeda motor diperkirakan meningkat 8,0 persen, kendaraan roda empat pribadi 10,6 persen, bus 10,0 persen, serta truk 5,0 persen.

Dengan adanya peningkatan tersebut, PT ASDP menjalin Koordinasi dengan pemangku kepentingan juga diperkuat melalui delaying system di buffer zone, implementasi geofencing, serta pengalihan arus kendaraan melalui pelabuhan alternatif, agar pemudik merasa nyaman dan aman.

Mudik Ramah Anak

Di tengah tingginya mobilitas mudik, ASDP juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih humanis dan inklusif, khususnya bagi keluarga yang membawa anak-anak. 

Melalui program Mudik Ramah Anak bertajuk “Semarak Liburan 2026”, hasil kolaborasi dengan Dongeng Academy, ASDP menghadirkan kids corner di Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

Ruang ramah keluarga ini dilengkapi berbagai aktivitas kreatif dan edukatif seperti mini playground, board games, ruang membaca dan kreativitas, hingga pembagian goodie bag, camilan ramah anak, serta activity book interaktif, sehingga anak-anak dapat tetap merasa nyaman selama masa tunggu perjalanan.

Stimulus dan  Single Tarif 
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah, ASDP juga menerapkan stimulus diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan, yang setara dengan sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan, pada 7 lintasan dan 14 pelabuhan bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.

Selain itu, kebijakan single tarif diberlakukan di Merak pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret pukul 15.00 WIB, serta di Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB bagi kendaraan golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan penyeberangan lebih tertata.

Direktur Keuangan ASDP, Bunga H. Oktaviyanti, menjelaskan bahwa kebijakan stimulus tarif tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan transportasi publik selama periode mudik Lebaran.

“Stimulus ini ditujukan untuk membantu masyarakat agar perjalanan mudik menjadi lebih terjangkau sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode Lebaran. Bagi ASDP, yang terpenting adalah memastikan kesiapan operasional, keselamatan pelayaran, serta kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Bunga. 

Penghentian Sementara Penyebrangan ke Bali

Selama perayaan Nyepi di Pulau Bali, ASDP akan menghentikan sementara operasional penyeberangan. ” Khusus perlintasan  Ketapang-Gilimanuk itu, di Ketapang, itu terakhir kapal bisa menyeberangi tanggal 18 (Maret) sore. Dan dari Gilimanuk itu terakhir adalah tanggal 19 (Maret) pagi,” kata Rio.

Menurut Rio, ASDP terus memantau pergerakan dari dan ke Bali, dimana 
menuju ke Jawa ekskalasi terus meningkat.(RBS)
×
Berita Terbaru Update