Notification

×

Iklan

Iklan

DPRD Jabar Minta Generasi Milenial Motor Penggerak 4 Pilar Kebangsaan

Kamis, 03 Maret 2022 | 12:01 WIB Last Updated 2022-03-03T05:01:56Z
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari Dapil Jabar XI, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos.,MM., saat menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada para pemuda Subang, Rabu (02/03/22)

Subang.Internationalmedia.id.-Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari meminta generasi milenial menjadi motor untuk menyosialisasikan empat pilar kebangsaan. Sebab, di era globalisasi dan maraknya budaya luar yang masuk harus diimbangi dengan penguatan wawasan kebangsaan.

"Saya berharap mereka jadi motor untuk menyosialisasikan 4 pilar kebangsaan di daerah masing-masing," kata Ineu di Hotel Nalendra Plaza Subang, Rabu , (2/3/2022).

Menurutnya, empat pilar kebangsaan yang terus disosialisasikan oleh pihaknya dapat memberikan dampak positif bagi penerus bangsa terutama generasi milenial. Sehingga, generasi milenial dapat mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dan juga dapat menjawab tantangan internal dan eksternal.

"Mereka harus bisa menghadapi tantangan dengan hal yang positif. Jangan sampai terkontaminasi. Dan jangan sampai tidak memahami empat pilar kebangsaan," tuturnya.

Selain itu, Ineu berharap setiap organisasi maupun komunitas yang ada bisa memahami empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Jangan kemudian mereka menangkap mentah-mentah informasi dari di luar yang mungkin tidak sesuai dengan etika dan bermasyarakat di kita," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Subang, Maman Yudia menambahkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan menjadi bekal terutama bagi milenial untuk hidup berbangsa dan bernegara dengan baik.

Pasalnya, saat ini kesadaran terhadap pengalaman Pancasila mulai berkurang dan adanya berita hoaks dapat mempengaruhi generasi milenial. Oleh sebab itu, ideologi Pancasila harus digencarkan agar Bangsa Indonesia semakin mantap dengan persatuan dan kesatuan.

"Di era globalisasi dan budaya asing yang masuk dapat menyebabkan pengaruh negatif lebih banyak. Dengan pembekalan empat pilar kebangsaan kepada pemuda agar lebih memfilter sehingga kondusivitas NKRI terus terjaga," tambah Maman.

"Di kita ada berbagai macam agama dan adat istiadat, itulah yang harus dihargai oleh kita," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, peserta sosialisasi, Adang Pragustini (25) menilai sosialisasi empat pilar kebangsaan menjadi hal yang luar biasa. Sebab, sosialisasi tersebut dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme kepada setiap individu. 

"Harapannya ini tidak hanya dilakukan sekali saja tapi berkelanjutan agar lebih bisa mengedukasi banyak masyarakat," tutup Pragustini.(Ter)

×
Berita Terbaru Update