-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Wisata, Pakaian Tradisional Dan Kuliner Indonesia Dipromosikan Di Korea Utara

Rabu, 10 Maret 2021 | 3/10/2021 WIB Last Updated 2021-03-10T14:01:14Z

Dubes RI, Berlian Napitupulu sedang menjelaskan tentang beberapa daerah Pariwisata di Indonesia

Jakarta.Internationalmedia.id.-Di tengah keterbatasan akibat lockdown, Duta Besar RI Berlian Napitupulu masih saja promosikan Indonesia di Korea Utara. Kali ini, KBRI melakukan promosi di sela-sela Pertandingan Persahabatan Pingpong antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kedutaan Besar Federasi Rusia di KBRI Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) pada 9 Maret 2021.

 

Tim Kedutaan Besar Rusia terdiri dari 5 orang yang dipimpin langsung oleh Yang Mulia Alexander Matsegora, Duta Besar Federasi Rusia untuk Korea Utara di Pyongyang.

 

Sebelum pertandingan, Dubes Berlian Napitupulu memberikan presentasi interaktif mengenai pariwisata dan budaya Indonesia melalui sarana audio visual dan peragaan.

 

”Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki 17.508 pulau dengan luas hampir 2 juta km2 atau sekitar 1/8 dari total luas Rusia. Saya tidak akan menjelaskan semua  pulau-pulau tersebut tetapi fokus kepada beberapa pulau dan 10 destinasi utama yaitu: Danau Toba, Tanjung Kelayang, Borobudur, Bromo, Bali, Labuan Bajo, Wakatobi, Bunaken, Morotai dan Raja Ampat,” kata Dubes Berlian Napitupulu, dalam pembukaan acara.

 

”Danau Toba adalah danau terbesar di Asia Tenggara, yang di tengahnya terdapat pulau Samosir seluas Singapura dan di atas pulau tersebut terdapat sebuah danau lagi.

 

Labuan Bajo adalah destinasi wisata sangat indah dan unik yang merupakan habitat Komodo, sebagai satu-satunya keluarga dinosaurus yang masih hidup. Bunaken dan Morotai adalah taman laut terindah di dunia dan merupakan bagian dari segitiga karang dunia yang kaya ikan tropis. Sementara Raja Ampat adalah destinasi wisata laut yang sangat alami dan merupakan habitat burung sorga Cenderawasih, tutur Dubes Berlian mengenai obyek wisata Indonesia.

 

Lebih lanjut, Dubes Berlian Napitupulu mempromosikan keanekaragaman budaya, khususnya pakaian tradisional Indonesia.

 

”Yang Mulia, di Indonesia terdapat sebanyak 746 suku bangsa. Jika satu suku memiliki satu saja pakaian tradisional, maka sedikitnya ada 746 pakaian adat di Indonesia.

 

Dalam realitas, satu suku punya banyak pakaian tradisional. Sayangnya kami tidak memiliki banyak koleksi, sehingga kami hanya menampilkan sebagian kecil saja pakaian tradisional dari berbagai suku sebagai perkenalan,” demikian ungkap Dubes Berlian.

 

Dubes RI, Berlian Napitupulu menjelaskan pakaian batik

Dijelaskan, satu per satu pakaian tradisional yang dipamerkan yaitu pakaian Pengantin wanita Palembang, Kebaya Brokat Sumatra Utara, Batik Wanita Yogya, Kebaya Sunda, Pakaian Pengantin Pria dan Wanita Jawa Tengah, dan Pakaian Pengantin dari Maluku melalui pajangan pakaian dalam bingkai kayu seperti dalam gambar.

 

Pada saat Dubes Berlian menjelaskan jenis-jenis batik baik dari segi corak, bahan maupun harga, Dubes Rusia dan staf sangat antusias untuk mengetahui batik lebih lanjut.

 

Atas pertanyaan Dubes Matsegora, Berlian membenarkan bahwa Batik sudah terkenal di dunia, namun mempertanyakan kalau negara-negara lain dapat mengklaim batik miliknya sendiri.

 

”Mungkin negara lain membuat batik, tapi saya kira mereka tidak bisa mengklaim bahwa batik berasal dari negaranya. Secara etimologis kata batik berasal dari bahasa daerah Jawa ”Mba” yang artinya membuat dan ”Tik” yang artinya titik-titik.

 

Dubes RI, Berlian Napitupulu bersama Tim Kedubes Rusia

Jadi, ”batik” berarti melukis kain dengan titik. Batik dengan berbagai jenis dan corak adalah pakaian nasional Indonesia yang dipakai dalam berbagai event. Setiap jumat, Aparatur Sipil Nasional Indonesia memakai batik sebagai seragam kerja. Batik juga telah menjadi pakaian resmi sebagaimana dikenakan oleh delegasi Indonesia pada UN Security Council Meeting tahun 2019”.

 

Atas pertanyaan seorang staf wanita Kedubes Rusia, Berlian menyatakan bahwa pakaian pengantin modern di Indonesia memang banyak bernuansa putih, tetapi pakaian pengantin tradisional sangat berbeda, tergantung daerahnya. Pakaian anggota keluarga dan para tamu yang menghadiri acara pernikahan pun sangat beranekargagam.

 

Sebagai penutup acara, KBRI menyajikan beberapa makanan khas Indonesia yaitu: Tahu Berontak, Lumpia, Martabak Manis, Dadar Gulung, dan Kacang Bawang yang dinikmati bersama Kopi Lintong dari Sumatra yang sangat dinikmati oleh Dubes dan staf Rusia. Bahkan salah seorang staf Kedubes Rusia telah memesan jajanan tersebut untuk acara ulang tahunnya.

 

”Acara ini seperti three-in-one. Di samping main Pingpong, ada promosi wisata dan pakaian tradisional serta promosi kuliner khas Indonesia,” pungkas Dubes Berlian.

 

Duta Besar Rusia Matsegora  mengapresiasi inisiatif Dubes Indonesia untuk mengadakan acara ini dalam rangka meningkatkan persahabatan dan berbagi informasi mengenai negara dan tradisi Indonesia yang sangat berguna untuk menambah pengetahuan.(Joe/lysmar)

 

 

 

(Sumber: Pensosbud KBRI Pyongyang)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update