Notification

×

Iklan

Iklan

Pramuka Wajib Jaga Alam demi Anak Cucu

Jumat, 29 Januari 2021 | 21:39 WIB Last Updated 2021-01-29T14:39:45Z

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengikuti acara "Kerja Bakti Pramuka: Penanaman Bibit Pohon" di Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jumat (29/1/2021)


Majalengka.Internationalmedia.id.-Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil melakukan kegiatan bersih-bersih Sungai Cilongkrang di Desa Tegalsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jumat (29/1/2021).

 

Dengan menjaga alam, Kak Atalia berujar, kita pun menjaga masa depan anak cucu dari kerusakan lingkungan. Kali ini, bersih-bersih dilakukan dengan memungut sampah terutama plastik yang hanyut dari hulu sungai.

 

"Apa pun yang kita lakukan kepada alam, akan kembali kepada diri kita. Oleh karena itu, kita punya kewajiban untuk menjaga (alam) demi anak cucu kita, memulai dengan kebiasaan baik salah satunya tidak membuang sampah ke sungai," ucap Kak Atalia.

 

Ia menambahkan, kerja bakti dalam rangka Jumat Bersih ini merupakan wujud cinta alam sesuai Dasa Dharma Pramuka. Menurut Kak Atalia, bersih-bersih sungai ini pun menunjukkan semangat menjaga alam oleh Kwartir Ranting (Kwaran) Maja.

 

"Kebiasaan baik ini juga dimulai dari bagaimana kita mendorong lewat Gerakan Pramuka," tambahnya.

 

Selain bersih-bersih sungai, Kak Atalia dan para anggota Kwaran Maja turut menebar 50 ribu benih ikan nila dan patin di Sungai Cilongkrang.

 

"Yang paling penting kita menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan. Semoga kita selalu semangat menebar kebaikan," ucap Kak Atalia.

 

Mendampingi Kak Atalia, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jabar, Hermansyah, mengatakan bahwa kegiatan tebar 50 ribu benih nila dan patin merupakan salah satu langkah menambah populasi ikan di perairan umum atau restocking.

 

"Semoga masyarakat di sini bisa tetap memelihara, tidak menangkap yang kecil tapi empat sampai lima bulan lagi bisa siap dikonsumsi masyarakat. Semoga dari 50 ribu ini bisa bertahan hingga umur konsumsi," ucap Hermansyah.

 

Setelah bersih-bersih di Sungai Cilongkrang, Kak Atalia lanjut melakukan simbolis penanaman 1.000 bibit pohon pencegah longsor, salah satunya mahoni, di kawasan Jalan Timur Lingkar Majalengka (Jatilima), Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura.(mar)

×
Berita Terbaru Update