Notification

×

Iklan

Iklan

Perlu Dicontoh, Puskesmas Tenawati Jadi Tempat Isolasi COVID-19

Rabu, 20 Januari 2021 | 17:26 WIB Last Updated 2021-01-20T10:29:11Z

Puskesmas Tenawati Kab Tasikmalaya jadi percontohan dalam isolasi pasien Covid-19

Kab Tasikmalaya.Internationalmedia.id.-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau fasilitas perawatan di Puskesmas Tenawati, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya yang
  dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19 bergejala ringan, Rabu (20/1/2021).

 

Puskesmas Tenawati pernah merawat pasien positif COVID-19, dalam peninjauan Gubernur kebetulan sedang tidak ada pasien positif yang dirawat.

 

Dari pantauan selama setengah jam, Gubernur memastikan Puskesmas Tenawati yang memiliki fasilitas lengkap dan terawat ini akan dijadikan percontohan puskesmas lain.

 

"Kami monitor sangat baik dalam kesederhanaannya, bersih dan berhasil menjadi percontohan," ujar Kang Emil, sapaan akrab Gubernur.

 

Ia pun mengapresiasi sebab tak hanya Puskesmas Tenawati saja melainkan ada tujuh puskesmas lain di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki fasilitas serupa dan pernah merawat pasien.

 

"Saya apresiasi karena di sini ada delapan puskesmas yang seperti itu. Kita akan upayakan agar fasilitas puskesmas seperti paripurnanya Tenawati bisa dijadikan standar di seluruh kota, kabupaten di Jabar,"  kata Kang Emil.

 

Pemda Provinsi Jabar, katanya, siap menambah fasilitas di ruang isolasi seperti tempat tidur dan penunjang lainnya bagi puskesmas yang kekurangan peralatan.

 

"Tolong (kabupaten/kota) siapkan kasur dan lainnya, kalau kurang akan kami bantu," ujar Kang Emil.

 

Gubernur optimistis apabila makin banyak puskesmas dijadikan tempat isolasi pasien bergejala ringan maka beban di rumah sakit akan turun. Namun jika masih banyak orang bergejala ringan dirawat di rumah sakit, maka tingkat keterisian rumah sakit akan tetap tinggi. Alhasil pasien yang bergejala sedang-berat kesulitan mendapatkan ruang perawatan.

 

"Pasien yang bergejala sedang-berat banyak yang tidak mendapat tempat, termasuk kejadian di Depok yang tidak mendapat ruangan karena penuh dan akhirnya meninggal dunia. Ini harus dijadikan pelajaran, tidak boleh terjadi lagi di daerah manapun," tegasnya.(mar)

×
Berita Terbaru Update