-->

Notification

×

Iklan

Iklan

InJabar dan Kemenkes RI Kerja Sama Kembangkan Mobile Lab BSL-2

Selasa, 06 Oktober 2020 | 10/06/2020 WIB Last Updated 2020-10-06T11:42:30Z

Dirut InJabar Audensi dengan Gubernur Jabar

Bandung.Internationalmedia.id.-
Direktur Utama InJabar Unpad Keri Lestari Dandan menyatakan, bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) dalam mengembangkan Mobile Laboratory Biosafety Level-2 (Mobile Lab BSL-2) untuk pengetesan COVID-19 dan tracing massal.

 

Hal ini dilaporkannya kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam audiensi jajaran InJabar Unpad di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (6/10/20).

 

Dijelaskan, dalam Mobile Lab BSL-2 ini terdapat main room yang berpisah dengan anteroom dan dilengkapi dengan sistem interlock yang menjamin tidak terjadi kebocoran terhadap lingkungan sekitar.

 

Prototipe Mobile Lab BSL-2 telah selesai dibuat di Kota Cimahi dan sudah ditinjau pihak Kemenkes RI.

 

"Sekarang sedang proses pembuatan kontrak penyediaannya," tambah Keri.

 

Mobile Lab BSL-2 inovasi Jabar ini pun tengah dalam proses sertifikasi di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dengan opsi sertifikasi internasional di Singapura.

 

Keri mengatakan, pihaknya juga masih dalam kerja sama dengan Kemenkes RI untuk mengadakan aplikasi bernama Indonesia Test Trace and Isolation (ITTI) di Mobile Lab BSL-2. Aplikasi ini akan menjadi basis data untuk algoritma penanganan COVID-19. Pada saat tes dan trace massal, terdapat dua data yang dimilili yakni data positif dan negatif.

 

"Data postif kemudian dibagi dua lagi, yang memiliki gejala COVID-19 langsung masuk ke rumah sakit rujukan dan yang tanpa gejala akan diisolasi mandiri terpimpin yaitu melalui pemanfaatan IT yang didampingi oleh tenaga kesehatan. Kemudian yang negatif akan diberikan pilihan divaksinasi atau tidak," kata Keri.

 

Keri berharap, aplikasi berbasis Android ini dapat membantu penanganan COVID-19 secara terpimpin dan sistematis.

 

"Semua inovasi ini (nantinya) tidak hanya digunakan di Jabar, tapi untuk penanganan COVID-19 secara nasional bersama Kemenkes," ujarnya mengakhiri.(Ter)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update