Notification

×

Iklan

Iklan

Pemprov Jabar tunggu Anggaran Pusat Rp 2,6 Triliun untuk tes cepat COVID-19 di Pesantren

Selasa, 14 Juli 2020 | 17:34 WIB Last Updated 2020-07-14T10:35:19Z
Gubernur Jabar Ridwan Kamil ( foto dok Humas Pemprov)

BandungInternationalmdia.id.- Gubernur Jawa Barat Barat M Ridwan Kamil mengatakan Pemprov Jabar menunggu alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan tes cepat COVID-19 di lingkungan pondok pesantren.

Jadi rapid test pesantren juga sama, kita tidak bisa mensubsidi dulu karena belum.

Tapi ada anggaran yang sekarang akan kita gunakan untuk pengetesan, yaitu ada Rp 2,6 triliun dana untuk adaptasi baru dari pemerintah pusat kan,katanya usai menyampaikan nota pengantar Pertanggungjawaban APBD 2019 di Gedung DPRD Jabar,Selasa(14/7/2020).

Ridwan Kamil lebih jauh menjelaskan, pemberian anggaran untuk pesantren akan dibagi menjadi beberapa kelompok atau tipe yakni tipe satu sebesar Rp 50 juta, tipe dua Rp 40 juta dan tipe tiga Rp 25 juta.

Kemudian ada bantuan insentif guru pesantren dan bantuan MCK. Nah untuk pengetesan, beli masker di yang tipe-tipe ini. Ini sedang berproses administrasinya, dan itu hanya boleh dibelanjakan untuk persiapan pembukaan pesantren.

Jadi dananya ada, totalnya Rp 2,6 triliun, dan nanti ada klasifikasi sementara dibagi tiga kategori. Uang itu dipakai buat rapid test, beli masker, dan lain-lain, katanya.

Dikatakan, pihaknya akan terus mengawasi penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di pesantren yang sudah beroperasi di tengah pandemi, terlebih pemerintah pusat sudah menganggarkan dana untuk pesantren supaya bisa menerapkan protokol kesehatan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan sejumlah pesantren Salafiyah atau tradisional di wilayah Jabar sudah beroperasi kembali namun pesantren Khalafiah yang memiliki sekolah formal belum melaksanakan aktivitasnya.

Jadi sesuai SOP yang ada di masing-masing pesantren, ada gugus tugas yang diketuai oleh kepala pesantrennya. Kemudian juga pesantren sudah memahami tentang keharusan dilaksanakan protokol kesehatan COVID-19, pesantren sehingga tak masalah, kata Uu.

Wagub Uu mengatakan pihaknya belum melakukan pengetesan kepada penghuni pesantren yang ada di Jabar namun demikian para santri yang akan masuk pesantren sudah menjalani tes kesehatan secara mandiri.(Lys)

×
Berita Terbaru Update