-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dilengkapi Plastik Pembatas, Grab Bike Di Bandung Kembali Akan Angkut Penumpang

Sabtu, 27 Juni 2020 | 6/27/2020 WIB Last Updated 2020-06-27T12:32:27Z


Bandung.Internationalmedia.id.- Wali Kota Bandung, Oded M. Danial yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung memberikan lampu hijau kepada Grab agar mitranya (ojek online) untuk bisa kembali mengangkut penumpang.

Hal itu setelah ia mendapat penjelasan tentang standar protokol kesehatan yang diterapkan oleh Grab.

Dilihat, dari sisi kesiapan protokol kesehatan sudah cukup bagus. Namun, secara formal mereka melayangkan surat pengusulan kepada gugus tugas. Setelah itu akan ditindaklanjuti.

Dalam siaran Pers yang diterima, Sabtu, 27 Juni 2020, Oded menyatakan bahawa dia sudah memberikan rekomendasi dalam rencana pengoperasian tersebut.

Dikatakan, pada fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Pemkot Bandung memberikan relaksasi kepada jasa angkutan sepeda motor (ojek) untuk kembali mengangkut penumpang.

Oded mengajak semua pihak bekerja sama di masa AKB ini. Selain  membangkitkan kembali geliat perekonomian, tetapi juga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Hal itu agar Kota Bandung bisa memutus penyebaran virus corona.

Oleh karena itu, aspek kehati-hatian harus terus dijaga. Jangan sampai aspek ekonomi bergerak tetapi kurva juga ikut naik, pinta Oded.

Semenatra itu, Partner Engagement Strategy Grab Jawa Barat, Mawaddi Lubby mengatakan, selaku aplikator Grab merasa memiliki tanggung jawab moral memulihkan taraf ekonomi para mitranya.

Untuk itu, upaya terbaik saat ini yakni memberikan pelayanan maksimal. Tujuannya menarik kepercayaan masyarakat.

Grab pun akan segera menempuh prosedur administratif kepada tim Gugus Tugas Covid-19. Sehingga layanan penumpang bisa secepatnya kembali beroperasi.

Kami yakin bahwa corona ini belum usai. Tetapi memang perlu ada adaptasi. Kami ingin memastikan angka penularan di Kota Bandung tidak naik lagi,katanya.

Saat kesempatan itu, Grab mensimulasikan standarisasi protokol kesehatan. Seperti layanan Grab Food yang menyediakan tas khusus, pengemudi menggunakan masker, sarung tangan dan mempersilahkan apabila pemesan ingin mengambil sendiri pesanannya supaya mengurangi kontak.

Sedangkan pada layanan Grab Bike, sepeda motor dilengkapi plastik pembatas antara pengemudi dengan penumpang. Pengemudi wajib bermasker serta terdapat handsanitizer.

Untuk penumpang kita sediakan hair cap kalau tidak bawa helm. Mitra kita bekali disinfektan. Setiap penumpang diberikan handsanitizer. Kendaraannya didisinfektan setiap minggu, tambahnya.(*)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update